Awas PNS Gak Netral Di Nganjuk Langsung Pecat

Kantor Panwaslu Kab Nganjuk

Jatim.co Nganjuk – Aparatur sipil negara (ASN) di Nganjuk dihimbau bertindak profesional dan menjaga netralitas selama berlangsungnya proses pilkada hingga terpilihnya kepala daerah definitive.

 

Himbauan melalui surat Bawaslu nomor 006/bawaslu prov ji-26/1/2018 tertanggal 9 Januari tahun 2018  dibuat sehubungan telah berlangsung tahapan Pilkada di kabupaten Nganjuk, landasan hukum ini untuk menindaklanjuti temuan atau laporan terkait ketidak netralan PNS.

 

Surat himbauan tersebut juga telah disampaikan Panwaslu Nganjuk  ke seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) surat tersebut di sampaikan ke seluruh kepala dinas, kepala badan, kepala kantor,  termasuk ke para camat dan kepala desa, kelurahan di kabupaten Nganjuk.

 

Abdul Sukur, ketua Panwaslu Nganjuk mengatakan apabila ditemukan keterlibatan ASN sebelum Pilkada, saat Pilkada  dan setelah Pilkada sangsi terberat adalah berupa pemecatan.

“kita tegas, kalau PNS ada yang iku-ikudan dukung salah satu pasangan calon, maka rekom kita adalah pemecatan,” tegas Sukur.

 

Sementara komisi pemilihan umum (KPU) siap mencoklit secara serentak pada 20 Januari 2018 di kabupaten Nganjuk sebanyak 2079 PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) siap diterjunkan untuk melakukan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih ke rumah-rumah warga.

 

Pada Pilbup Nganjuk kali ini ada 3 pasangan calon yang akan berlaga diantaranya, Paslon Novi Rahman Hidayat Berpasangan dengan Marhen Jumadi, diusung dari Partai PDIP,  PKB dan Hanura . Paslon Kedua Siti Nurhayati atau Bu Hanung Berpasangan Dengan Bimantara Wiyono yang diusung oleh Partai Gerindra,  PAN, PPP Dan Demokrat.  Paslon Ketiga Desy Natalia Widya Berpasangan Dengan Ainul Yakin yang diusung dari Partai Golkar, Nasdem dan PKS. (Agus TW/tik)