Awas Loker Abal-abal Viral Di Sosmed

Jatim.Co Surabaya – waspada bagi anda pelamar kerja jika mendapat edaran lowongan pekerjaan, apalagi melalu media sosial. Karena sangat dimungkinkan merupakan modus yang dipakai para komplotan penipuan. Baru baru ini, ditemukan lowongan pekerjaan abal abal alias palsu di kota surabaya yang mengatasnamakan PT. Dharma Lautan Utama (DLU). Bahkan sang penipu mencatut nama Dirjen Perhubungan Laut, Antoni Budiono. Atas temuan itu, PT DLU bakal melaporkannya ke pihak berwajib dalam hal ini kepolisian.
Disampaikan oleh Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum, PT DLU, Mohammad Wahyudin. Pelaporan itu bakal dilakukan pihaknya pada Rabu (26/7/2017) ke pihak kepolisian. Itu setelah pihaknya didatangi oleh seseorang pelamar kerja yang membawa surat panggilan interview ke Kantor PT DLU pusat di Jalan Kanginan No. 3-5 Surabaya. 
“Surat panggilan yang dibawa pelamar kerja itu, kami pastikan palsu dan bukan dari kita. Itu terlihat jelas dari kop surat yang tertulis PT DLU. Itu bisa dilihat dari font dan format kop-nya,” beber Wahyudin, sambil menunjukkan kop surat PT DLU yang asli kepada wartawan, Selasa (25/7/2017). 
Selain itu, ada beberapa poin yang menjadi fakta bahwa lowongan pekerjaan tersebut abal-abal atau palsu. Antara lain, setiap kesempatan kerja yang dibuka PT DLU, tidak pernah mencantumkan nama perusahaan travel, apalagi nama Dirjen Pehubungan Laut. Karena rekrutmen yang dilakukan PT DLU, bersifat independen. “Siapapun pelamar kerja, pasti kita hubungi via telepon kantor. Dan tidak sepeserpun kita kenai biaya. Sedangkan ini, pelamar kerja dimintai untuk mentransfer sejumlah dana sebagai syarat mendaftar,” tutur Wahyudin. 
Yang lebih menegaskan bahwa lowongan pekerjaan tersebut abal abal adalah, pencantuman nama David Dharmansyah, selaki Manager SDM, PT DLU. Sementara di perusahaan transportasi laut tersebut tidak ada karyawan bernama David. Apalagi, manager SDM PT DLU saat ini adalah seorang perempuan. “Nomor telepon David sudah berulangkali kami hubungi, tapi tidak direspon,” kata Wahyudin. 
Dari lampiran surat panggilan interview abal abal tersebut, setidaknya ada 20 nama pelamar kerja. Diduga, 20 orang itu menjadi calon atau bahkan sudah menjadi korban penipuan para pelaku. “Tercatat ada dua nama pelamar yang pernah mendaftar kerja kepada kami. Tapi itu sudah lama, dan keduanya kami nyatakan tidak lolos,” sambung Wahyudin. 
Wahyudin juga mengungkapkan, memang saat ini pihaknya tengah melalukan rekruitmen karyawan. Namun prosesnya uda melewati sejumlah tahapan. Dan nama pelamar kerja yang ada, sudah terdata dan tidak sesuai dengan surat panggilan interview yang dibuat oleh komplotan penipu tersebut. “Jika masyarakat ingin jelas, bisa mengakses website resmi kami, atau datang langsung ke kantor kami sesuai alamat diatas,” imbuhnya.(joe/j1)