Berita DaerahTuban

Asuransi Nelayan Tuban Terkendala Data Penduduk

Jatim.co Tuban -Realisasi peserta asuransi Nelayan di Kabupaten Tuban, masih jauh dari target. Sebanyak 8.000 nelayan yang ditargetkan tahun 2016 baru 4.000 nelayan atau setengahnya yang terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan, orogram satu juta asuransi nelayan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara Nasional.

 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Tuban Faisol Rozi saat ditemui mengatakan,  jika sampai saat ini masih ada kendala dalam merealisasikan target keikutsertaan nelayan sebagai peserta asuransi nelayan yang ditargetkan 8.000 nelayan pada tahun 2016 itu.

 

“Masih ada kendala, makanya belum realisasi sepenuhnya. Baru terdaftar secara resmi 4.000 orang,” katanya kepada Jatim.co, Rabu (18/01/2017).

 

Dijelaskan, kendala besar yang masih diharapi dalam pencapaian realisasi keikutsertaan asuransi nelayan adalah soal data kependudukan yang belum spesifik. Yakni, penulisan pekerjaan dalam kartu tanda penduduk (KTP). Jika dalam KTP pekerjaan nelayan tertulis swasta, makanmereka tidak dapat terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan.

 

“KTP nelayan tidak secara spesifik menyebutkan mereka nelayan, dalam data kependudukan itu tertulis swasta pekerjaanya, sementara untuk terdaftar pekerjaan harus Nelayan, bukan swasta sebagamana bukti, “ kata Faisol.

 

Untuk itu lanjut Faisol, pihaknya sudah menghimbau kepada para nelayan melalu rukun nelayan untuk merubah data kependudukan itu sesuai pekerjaan yakni nelayan. “Kita sudah sampaikan ke rukun nelayan, agar merubah data kependudukan itu ke dinas terkait,” lanjut Faisol.

 

Berdasarkan perhitungan, dan kesepakatan, premi untuk peserta asuransi nelayan adalah Rp175.000 per tahun. Akan tetapi biayaya itu tidak dibebankan kepada nelayan karena ditanggung oleh negara. Untuk program asuransi nelayan  ini, KKP menggandeng perusahaan asuransi plat merah PT asuransi Jasindo.

 

Nelayan peserta asuransi akan mendapatkan jaminan hingga Rp200 juta apabila meningal dunia di laut. Jaminan untuk kecelakaan dalam hal ini cacat tetap Rp100 juta dan rawat inap Rp20 juta.

 

“Klaimnya mudah, kapan hari itu warga Bancar juga mendapatkan manfaat asuransi itu,”  terang ketua HNSI itu.

 

Sementara, kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, Amenan yang dihubugi melalui ponselnya membenarkan soal realisasi peserta asuransi nelayan baru sebagian dari target, sayangnya Amenan belum menjelaskan secara detail dan lebih lanjut soal Asuransi Nelayan ini.

 

“Benar memang baru setengah dari target, lebih jelasnya kekabid langsung mas,” katanya singkat saat menjawab telpon Jatim.co . (Rochim/J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close