Berita DaerahGresik

Diluruk Warga, Kades Serah Tidak Menampakkan Diri

Desa Serah Kecamatan Panceng Gresik kembali bergolak, setelah sebelumnya warga mendatangi balai desa pada malam hari dan terjadi keributan, kini Puluhan warga Desa Serah meluruk balai desa setempat, Selasa, (15/9/2020). Mereka ingin bertemu kapala desa (kades) Abdul Said. Sayangnya, kades tak menampakkan hidungnya.

Warga tidak percaya lagi dengan pemerintah desa. Hal itu tertuang dalam tulisan banner yang terpasang di depan balai desa. “Aku wes gak percoyo karo pemerintah deso”.

Total ada tiga banner yang dipasang tepat di pintu masuk balai Desa Serah. Hingga pukul 13.00 WIB batang hidung sang kades belum juga muncul.

BACA JUGA : 

Facebook Menghapus Postingan Yang Menghubungkan Kebakaran Hutan Oregon Dengan Kelompok Aktivis

 

Sejumlah polisi dan TNI nampak bersiaga di lokasi. Mengantisipasi terjadinya kericuhan. Warga masih bertahan di balai desa setempat.

Hari, salah satu warga Serah mengatakan jika kadesnya tidak transparan. Sejumlah kegiatan pembangunan tidak pernah dirapatkan dengan perwakilan warga. Selain itu sumber anggarannya juga tidak jelas.

“Kami tidak pernah tahu anggaran yang digunakan. Salah satunya membeli tanah seharga Rp 50 juta,” ujar Hari.

Hari juga mempertanyakan rencana pengeboran untuk air minum warga yang sumbernya berdekatan dengan sumur tua yang sudah ada dan sampai saat ini sudah dimanfaatkan warga.

Dirinya bersama warga yang lain terus mendesak kades untuk berlaku transparan. “Gak tau kades gak ada mulai pagi sampai siang ini. Gak ada ke kantor, sebetulnya warga itu mintanya sepele, sebelum melakukan pembangunan apa saja hendaknya dirapatkan, diprogramkan dan transparan, bukan kemauan kepala desa sendiri” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Panceng AKP Jannah mengatakan, dirinya sudah berupaya menghubungi kades. Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Bahkan, sudah disampaikan ke Camat untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

” hpnya gak bisa dihubungi, mungkin hpnya mati. Tadi sudah saya sampaikan ke pak camat juga agar kades segera menemui warganya,” imbuhnya.

Sebelumnya ratusan warga pada Jumat malam (11/9/2020) mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi terkait program desa yang dinilai tidak masuk dalam rencana pembangunan desa tahun 2020 namun dikerjakan pada tahun ini. Warga meminta pihak desa transparan. (tik)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close