Berita DaerahTuban

Masalah Lingkar Selatan Tuban Belum Tuntas Warga Waduk Bupati

Jatim.co Tuban – Sebanyak 15 warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding Tuban yang terkena ring road Jalan Lingkar Selatan (JLS) menuntut keadilan kepada Bupati Tuban, Fathul Huda dengan berorasi memakai sound sistem didepan pendopo Krido Manunggal Tuban, Kamis (30/03/2017)

Aksi demonstrasi yang menuntut keadilan terhadap Bupati agar bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga yang terkena ring road JLS bisa segera diselesaikan. Pasalnya harga dari tanah yang akan terkena ring road berbeda dengan harga yang didapat oleh Desa lainnya yang juga terkena ring road.

Koordinator lapangan, Safuan meneybutkan bahwa ketidakadilan dari harga tanah yang berada di Desa Tegalagung tertinggi senilai 192.000 per meter dan terendah senilai  160.000, namun yang terbayar per meternya seharga 160.000. sedangkan harga tanah Desa lain, tertinggi bisa senilai 574.000 per meter.

Selain itu imbuhnya, tanah yang ada pohon jati berumur 5 tahun selain Desa Tegalagung yang terkena ring roud, tiap pohon jati dengan garis lurus tengah 4cm – 10cm senilai 2.000.000. Sedangkan 1 pohon jati di Tegalaung dengan umur 15 tahun garis tengah 19cm -28cm hanya dinilai 1.000.000. sementara per pohon bogor dihargai 100.000, sedangkan selain Tegalagung dinilai 500.000.

“parahnya, pohon jati milik Bapak Muntari yang ada di Desa tegalagung sebanyak 100 lebih, hanya satu pohon dan dihargai 10.000.” ujar Safuan kepada Jatim.co.

Namun, aksi untuk menemui Bupati terbilang sia-sia karena lagi ada kegiatan diluar. Walaupun sedikit alot untuk menemui Bupati, tapi perwakilan aksi, Hariyono menswiping didalam untuk memastikan Bupati keluar atau tidak.

Tidak berhenti untuk menemui Bupati saja, tapi para pendemo juga langsung melanjutkan aksi di depan Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban agar untuk bisa di temui dengan Wakil Bupati (Wabup) Noor Nahar Hussein, tapi tidak jauh beda dengan saat mau menemui Bupati yang sedikit alot. Namun, dengan sekian lama menunggu Wabup, Akhirnya dipersilahkan untuk duduk bersama di ruangan Wabup.

Dalam duduk bersama Wabup dan menjelaskan dengan adanya persoalan ketimpangan harga yang dialami. Namun, wabup membantah kalau dalam persoalan harga tidak bisa memutuskan karena menurutnya tidak wilayahnya.

“Saya sampaikan, kami tidak pada posisi menentukan, berapapun yang di tentukan oleh tim, kita beli, kami hanya menyediakan, karena yang menentukan adalah tim apraisel.” Terang Wabup. (Rochim/J1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close