Berita DaerahTuban

Sigit Dihukum Seumur Hidup

Jatim.co Tuban – Sigit Lisan Budi Santoso (26), terpidana mati yang merupakan otak pelaku pembunuhan berencana terhadap pemuda Karangsari dapat bernafas lega. Karena permohonan banding yang di lakukan Jaksa dan pengacara terpidana di kabulkan oleh Pengadilan Tinggi Surabaya.

 

Hukuman pidana pemuda asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan itu itu berubah menjadi hukuman seumur hidup. Hal itu sesuai dengan amar putusan  dari Pengadilan Tinggi Jawa Timur dengan nomor 113/PID/2017/PT SBY dengan Ketua Majelis Sutrisni SH didampingi dua Hakim.

 

“Sesuai dalam amar putusanya majelis hakim merubah lamanya hukuman untuk satu terdakwa. Dari putusan hukuman pidana mati menjadi hukuman seumur hidup,” terang Humas Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Donovan Akbar Khususma kepada Jatim.co, Rabu (22/03/2017).

 

Selain itu, dua teman Sigit yang terlibat dalam kasus pembunuhan itu masih di hukum sesuai dengan putusan Hakim PN Tuban. Diantarnya Aris Afrian Fajar (22) warga Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, divonis hukuman 15 tahun penjara. Selanjutnya, terdakwa Sandi Purnawan (24) warga desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak divonis 18 tahun penjara.

 

“Majlis Hakim menghukum ketiganya lantaran terbukti melakukakan pembunuhan berencana terhadap pemuda Karangsari. Selanjutnya, pertimbangan tidak di hukum mati karena dipandang Ia (Sigit, red) masih ada harapan untuk berubah dan bertaubat,” beber Donovan Akbar Kusuma.

 

Putusan Majlis Hakim Pengadilan Tinggi yang dipimpin Sutrisni SH itu, turut memutuskan barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan pelaku. Sepeda itu akan dikembalikan pada yang punya.

 

“Sepeda motor itu dikembalikan pada pemiliknya,” terangnya.

 

Sebatas diketahui, putusan hukuman mati yang dilakukan oleh Hakim Tuban terjadi pada pertengahan bulan Januari 2017 silam. Karena Sigit terbukti sebagai otak pembunuhan terhadap Ahmad Gilang Ramadan (17), pemuda asal Karangsari, Kecamatan Tuban.

 

Korban dibunuh dengan cara di bakar hidup – hidup pada malam hari di tengah sawah, di Dusun Panangkapan, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak. Pembunuhan sadis itu tidak dilakukan sendiri, tapi bersama dengan dua teman Sigit.

 

Saat ini ketiga narapidana itu ditahan di Lapas Porong Kelas I Surabaya demi keamanan terhadap mereka. Karena sebelumnya, mereka ditahan di Lapas Tuban. (Rochim/J1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close