Berita DaerahBisnisTuban

Pertamini Parengan Terbakar

Jatim.co Tuban- Kekhawatiran Pertamina EP Asset 4 Field Cepu terhadap safety/ keamanan usaha Pertamini atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur akhirnya terjadi. Satu Pertamini milik Suli (60), Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan hari Senin (06/03/2017 ) sekira pukul 05.00 WIB ludes dilahap si Jago Merah.

“Beruntung api tidak merembet ke pemukiman warga karena letaknya di tepi jalan,” ujar Kapolsek Parengan AKP Basir, kepada Jatim.co, melalui pesan singkatnya.

Insiden kebakaran itu berawal saat korban mengisi tangki BBM miliknya terlalu penuh hingga tumpah. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, selanjutnya korban mencabut kabel yang teraliri arus listrik di dalam pom bensin mini.

Ternyata setelah kabel dicabut justru mengeluarkan percikan api sampai membakar bensin yang tumpah. Percikan tersebut kemudian menjalar ke BBM, hingga membakar seluruh tangki Pertamini.

Melihat kobaran api semakin besar, korban langsung meminta bantuan tetangga untuk membantu memadamkan api. Naas, bantuan warga menggunakam alat seadanya tidak mampu menjinakan si Jago Merah.

Akhirnya seorang warga Kasimo (35), dan perangkat Desa Suciharjo, Yakur (47) langsung menghubungi Polsek terdekat. Setelah itu, pihak Polsek langsung meminta bantuan dari tim Pemadam Kebakaran (PMK) Bojonegoro yang paling dekat dengan lokasi.

“Setelah tim pemadam tiba di lokasi api baru berhasil dimadamkan sekira pukul 06.00 WIB,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat Kapolsek Bancar.

AKP Basir bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden Pertamini, dan kerugian materiilnya diprakirakan mencapai Rp 30 juta rupiah. Mengantisipasi hal serupa, dia meminta kepada seluruh pengusaha Pertamini untuk lebih berhati-hati.

Sementara, Sekretaris Camat Parengan, Sutaji, membenarkan insiden tersebut. Pria sebelumnya bertugas di Kecamatan Widang ini, tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi di wilayahnya. Oleh karena itu, dalam waktu dekat bakal berkomunikasi dengan pemilik Pertamini untuk safetinya.

“Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali,” sambungnya.

Jauh sebelum maraknya usaha Pertamini di Bumi Wali (sebutan lain Tuban), Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, telah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, maupun aparat keamanan untuk segera menertibkan usaha yang diduga ilegal tersebut.

Disamping belum ada cantolah hukumnya, usaha Pertamini juga tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran. Lebih dari itu, rata-rata pendiriannya dekat dengan pemukiman, dan alat ukurnya tidak berasal dari Pertamina.

“Beberapa kekurangan itu jelas sangat membahayakan lingkungan,” tegasnya.

Sebelum terjadinya kebakaran, Wabup Tuban Noor Nahar Hussein juga telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Wiyana untuk mendata seluruh Pertamini. Belum sampai upaya tersebut dilaksanakan, insiden kebakaran sudah terjadi.

“Kalau usaha tidak ada badan hukumnya jelas ilegal dan harus ditertibkan,” pungkas Noor Nahar. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close