Berita DaerahTuban

Ombak Tinggi Kapal Yellow fish Terdampar Di Tuban

Jatim.co Tuban- Sebuah kapal bertuliskan “YELLOW FISH” pada hari Selasa (07/02/2017) malam terdampar di sekitar pelabuhan Semen Gresik (SG) tepatnya di pantai Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dugaan sementara mesin kapal mati saat cuaca buruk, dan akhirnya terseret ombak sampai ke tepi.

 

“Kejadiannya tadi malam dan keesokan harinya warga setempat baru berbondong-bondong ke lokasi,” ujar warga Temaji, Rajikan, kepada Jatim.co ketika ditemui di lokasi, Rabu (08/02/2017).

 

Rajikan mengungkapkan, terdamparnya kapal tugboat di wilayahnya bukan pertama kalinya. Seingatnya setiap tahun ada yang terdampar, dari salah satu kapal yang beroperasi di sekitar pelabuhan SG.

 

Dinihari hari tadi, dia bertemu dengan delapan Anak Buah Kapal (ABK) tugboat yang selamat. Perbincangan panjang pun mengalir serupa derasnya gelombang pekan ini.

 

Diceritakan bahwa kapal yang berawak delapan orang ini, awalnya ingin menarik kapal tugboat lain yang rusak di sebelah barat pelabuhan SG. Selama sepekan berada di tengah laut tidak ada kendala, namun pada Selasa malam mesin kapal tiba-tiba mati.

 

Seketika itu, jangkar yang semula dipasang goyah dan membuat kapal oleng. Karena mesin mati, akhirnya tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengimbangi goncangan gelombang.

 

“Entah pukul berapa jangkarnya putus, tiba-tiba kapal mulai tak terkendali dan menepi,” imbuhnya pria yang bekerja menjaga tambak udang di wilayah setempat.

 

Rajikan awalnya tidak mempersoalkan terdamparnya kapal. Kondisi berubah ketika, bagian bawah kapal menghancurkan pipa aliran air laut ke tambak.

 

Setelah komunikasi dengan pemilik tugboat, dia meminta ganti rugi dan perbaikan sedia kala. Sebelum pipa diperbaiki, sementara tambak tidak dapat beroperasi.

 

“Tetap harus diganti, dan saat ini pemiliknya perjalanan dari Surabaya,” jelasnya.

 

Data dari BMKG Stasiun Klas 1 Juanda Surabaya, peningkatan kecepatan angin, dan gelombang tinggi akibat adanya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia. Hal tersebut diketahui berdasarkan anlisa medan angin (streamline) pada tanggal 6 Februari 2017.

 

Kasi Data dan Informasi BMKG Surabaya, Taufiq Hermawan, melalui surat edarannya, mengungkapkan, kondisi low menyebabkan kecepatan angin hingga 35 knots di seluruh wilayah Jawa Timur. Selain itu, gelombang laut juga berpotensi mencapai lima meter. (Rochim/J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close