Berita DaerahBisnisTuban

Warga 6 Desa Akan Nguluk Pabrik Holcim

Jatim.co Tuban – Seperti api dalam sekam, setelah lama tidak terdengar pasca dimulainya produksi Pabrik Tuban 1 pada bulan juni tahun 2014 lalu, serta penambahan kapasitas produksi dengan membangun Pabrik Tuban 2, sebesar 40% pada akhir tahun 2015, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) saat ini mulai ‘digoyang’ dengan berbagai issu.

Perusahan semen asal Negara Swiss dengan nilai total investasi senilai 800 juta dolar Amerika setelah marger dengan PT Lafarge Cement Indonesia ini dinilai sudah tidak memiliki kepedulian sosial pada masyarakat sekitar perusahan atau Ring 1. Bahkan tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2016 lalu banyak yang tidak jalan.

“Program-program CSR tahun 2016 banyak yang dikepras atau tidak jadi dilaksanakan, dengan alasan efesiensi serta gocangan perekonomian,” kata Amir Rahman, tokoh pemuda Desa Karangasem Kecamatan Tambakboyo Tuban saat dihubungi lewat telfon (25/01/2017).

Tidak hanya itu, saat ini jumlah tenaga kerja juga mulai dirampingkan dan diganti dengan mesin, yang mana sebelum perusahan semen ini berdiri di Bumi Wali Tuban memiliki komitmen untuk tenaga kerja 75 persen tenaga lokal, 25 persen tenaga kerja dari luar.

“Okelah untuk tenaga kerja skill, akan tetepi tenaga kerja non skill yang mayoritas warga lokal jangan diganti dengan peralatan , kalau semua diganti mesin, terus warga yang sudah terlanjur mengantungkan hidupnya pada Holcim mau kerja apa lagi…? Sementara lahan-nya dulu sudah terlanjur dijual pada Holcim” terang Amir.

Amir Rahman juga mengungkap, bahwa PT Holcim Indonesia Tbk Pabrik Tuban sudah melangar aturan dan ketentuan yang dibuat sendiri selam ini. Yakni penanganan limbah pabrik, yang masyarakat lokal tidak bisa mengakses meski sudah menjadi vendor Holcim.

“Semua akal-akalan Holcim yang dibuat dan dilanggar sendiri, seperti scrub atau limbah pabrik yang bisa dijual, saat disampikan pada publik ada lima misalnya, akan tetapi faktanya lebih dari itu, ini terbukti orang dalam sendiri yang ketangkap security saat menjual barang tersebut,” imbuh Amir.

Bahkan saat ini yang menjadi kerasahan warga Ring 1, pada saat musim penghujan, lahan pertanian warga banyak yang terendam karena Holcim tidak memiliki saluran pembuangan air.

“Pada saat hujan, air dari pabrik masuk ke sawah semua dan tanaman warga terendam. Kita sudah menyampikan, tapi belum ada tanggapan, oleh karena itu kita akan melakukan aksi besok,” terang Amir.

Rencana Aksi unjuk rasa besok (26/01/2017) akan dilakukan oleh warga dan pemuda dari enama (6) Desa yang merupakan Ring 1 dari perusahan semen tersebut, diantaranya Desa Karangasem, Merkawang, Gelondonggede, Sawir, Mliwang dan Desa Kedungrejo.

Sementara itu, Camat Tambakboyo Didik Purwanto yang merupakan wilayah berdirinya pabrik, saat dikonfirmasi membenarkan terkait dengan rencana aksi warga dan pemuda di Wilayah Kecamatan Tambakboyo pada PT Holcim Indonesia Tbk Pabrik Tuban.

“Iya, kita sudah mendapatkan tembusan surat pemberitahuan dari mereka,” kata Camat Didik Singkat.(Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close