Berita DaerahNganjuk

Bupati Nganjuk 5 Jam Diperiksa Terkait Harta kekayaan

Jatim.co Jakarta – Jajaran Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya belum berhasil menjerat Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dan memaksanya mengenakan” rompi Orange” bertanda pria asal jombang itu resmi menjadi Tahanan Lembaga anti rasuah.
Pasalnya selama 5 jam diperiksa oleh tim penyidik KPK, Taufiq hanya di cecar seputar harta kekayaan pribadinya selama menjabat sebagai orang nomor satu dijajaran Pemkab Nganjuk Jawa timur.
Dalam pemerikasaan yang didampingi Kuasa hukumnya Susilo Ari Wibowo, Pria yang juga menjabat sebagai ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan pertanyaan belum menyangkut keterlibatan dirinya atas sejumlah proyek dan Gratifikasi “Ya hanya terkait mengenai harta kekayaan aja,” kata Taufiq kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (24/1/2017).
Pengacara Taufiq, Susilo Ari Wibowo menambahkan, selama pemeriksaan Tim Pepenyidik hanya bertanya perihal harta kekayaan Bupati Ngajuk, Jawa Timur, itu. Pasalnya, laporan harta kekayaan tersebut akan disandingkan dengan laporan harta kekayaan yang sudah masuk.
“Terutama tadi klarifikasi soal harta kekayaan saja untuk disandingkan dengan laporan harta kekayaan yang sudah masuk yang diwajibkan,” kata Susilo dalam kesempatan yang sama.
Ditanya mengenai aset yang disita, Susilo menegaskan bahwa penyidik belum mengarah ke pertanyaan tersebut. “Pertanyaan belum ke arah sana, hanya pencocokan dengan laporan harta kekayaan,” ujar Susilo.
Seperti diberitakan, Bupati Nganjuk dua Periode tersebut tetapkan sebagai tersangka atas keterlibatnya pada 5 Proyek besar hingga menjeratnya sebagai tersangka pada 6 Desember Tahun lalu.
Atas keterlibatanya, Taufiq di jerat dengan dua pasal, yakni pasal penyalahgunaan wewenang dan dugaan Penerimaan Gratifikasi dengan sangkaan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12B UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Lima proyek kelas kakap yang di maksud antara lain, pembangunan jembatan Kedung Ingas, proyek rehabilitasi saluran Melilir Nganjuk, proyek perbaikan jalan Sukomoro sampai Kecubung, proyek rehabilitasi saluran Ganggang Malang dan proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngangkrek ke Blora di Kabupaten Nganjuk Jawa timur

Secara terpisah hari ini, Tim Penyidik lembaga anti rasuah juga melakukan pemeriksaan lanjutan dengan memanggil sejumlah kepala Dinas, staf PNS sejumlah Camat yang diduga terlibat serta sejumlah kontraktor.
Salah seorang kontraktot berinisial W mengaku mendapatkan surat pemanggilan dari KPK, namun saat para awak media mendesak tentang kehadiranya dalam pemeriksaan pihaknya memilih bungkam.(rois/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close