Berita DaerahTuban

Sigit Divonis Hukuman Mati

Jatim.co Tuban – Kasus  pembunuhan Sadis terhadap Ahmad Gilang Ramadhan (17) warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang tewas ditusuk dan dibakar telah berakhir, setelah pembacaan putusan oleh Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Donovan Akbar Kusuma Bhuwono, di Pengadilan Negeri Tuban, Selasa (17/01/2017).

 

Terdakwa pertama Sigit (26) warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding divonis hukuman mati. Sedangkan, Sandi (24) warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak divonis 18 tahun penjara. Terakhir, Aris (22) warga Kelurahan Baturetno Kecamatan Tuban divonis 15 tahun penjara.

 

“Semua berdasarkan segala pertimbangan baik dari Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat hukum terdakwah ,” Ucap Donovan sebelum mengetuk palu putusan.

 

Donovan menilai hukuman terhadap perbuatan ketiga pelaku sudah memenuhi unsur keterpenuhan putusan hukum. Mereka terbukti melakukan pembunuhan berencana, namun yang lebih berperan adalah Sigit karena dari keterangan selama ini dia memiliki dendam dengan korban.

 

“Sudah diputuskan hukumannya, kini tinggal terdakwa memikirkan selama tujuh hari mendatang meminta banding atau pasrah sesuai putusan majelis Hakim,” pungkasnya.

 

Dalam agenda sidang tuntutan tersebut tampak puluhan personil kepolisian polres Tuban mengamankan jalannya persidangan, sebab keluarga korban yang hadir masih belum bisa menerima perbuatan pelaku.

 

Diketahui, sebelumnya Kejadian pembunuhan sadis ini dipicu oleh permasalahan antara pelaku Sigit dengan korban Gilang. Sigit mendatangi Gilang di sebuah warung kopi di depan kampus STITMA di sekitar Jalan Manunggal, Tuban.

 

Ia menuduh korban sebagai spinonase polisi dan melaporkan adiknya yang berjualan pil koplo jenis karnopen, sehingga kemudian ditangkap polisi. Namun  korban menyangkalnya.

 

Karena kesal korban tidak mengaku, Sigit mengancam akan membakarnya. Sigit pun menyuruh teman-temannya membeli bensin. Tuduhan Sigit kepada Gilang tak membuahkan hasil. Sigit lalu mengajak Gilang duel di area persawahan di Dusun Pangklangan, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak.

 

Di sana mereka berdua duel dan disaksikan oleh teman-teman Sigit. Dalam duel itu, Sigit kalah. Melihat dirinya kalah, Sigit menusukkan pisau lipat ke dada Gilang. Gilang pun lari. Tak mau kehilangan Gilang, Sigit menusuk punggung korbannya.

 

Tak hanya itu, Sigit kemudian juga menyuruh  tersangka lain Sandi, Aris dan satu pelaku lain yang masih buron untuk membakar korban. Para pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja di areal persawahan.

 

Warga yang kebetulan melintas saat itu, melihat kejadian dan melaporkannya kepada polisi. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal setelah kehabisan darah setelah ditusuk empat kali ke bagian dada dan punggungnya serta luka bakar parah di sekujur tubuhnya. (Rochim/J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close