BanyuwangiBerita Daerah

DPRD Banyuwangi Rekom Pengurukan Dihentikan

JATIM.CO.BANYUWANGI – Lintas Komisi DPRD Banyuwangi, sidak proyek pengurukan lahan ilegal diperbatasan Kelurahan Karangrejo dan Kertosari, Selasa (17/1/2017). Sidak ini adalah tindak lanjut laporan masyarakat yang resah atas banyaknya kerusakan sejumlah infrastuktur akibat dilalui truk material. Termasuk kemunculan sekelompok preman pengamanan proyek yang kerap mengintimidasi masyarakat.

 

Dilokasi, rombongan wakil rakyat dari Komisi 3 dan 4 tersebut mendapati persis seperti pengaduan masyarakat. Ditambah proses pengurukan juga dilakukan tanpa melalui mekanisme perizinan. Mulai izin lingkungan atau HO, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

 

“Material galian C untuk pengurukan ini kan juga belum membayar pajak retribusi ke daerah,” cetus Ketua Komisi 3 DPRD Banyuwangi, Basuki Rachmad.

 

Mendengar pernyataan anggota dewan tersebut, tiba-tiba Lurah Karangrejo, Efendi, pasang badan. Didepan sejumlah pekerja, pengelola lahan, Tono, serta pemborong tanah uruk, Handoyo, dia menolak jika proyek pengurukan dinilai melanggar.

 

“Ditempat lain juga boleh, masak disini tidak boleh,” katanya membandingkan pelaksanaan proyek pengurukan ditempat lain yang dilakukan secara ilegal.

 

Entah apa alasan dibalik pembelaan Lurah Karangrejo yang baru dilantik ini terhadap pelaksanaan proyek ilegal tersebut. Yang jelas, dari pantauan TIMES Indonesia dilokasi, Lurah Efendi memang terlihat cukup akrab dengan pemborong maupun pengelola lahan.

 

Seperti diketahui, proyek pengurukan lahan seluas 6,3 hektar tersebut dikerjakan oleh PT Sura Wangi INTL, milik Handoyo, warga Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Sebenarnya, letak lahan berada di wilayah Kelurahan Karangrejo. Namun, untuk pengiriman material lewat Kelurahan Kertosari. Karena warga Karangrejo memang menolak jalan mereka dilintasi truk material, lantaran tak ingin jalan dilingkungan mereka rusak.

 

Sejak proyek berjalan beberapa hari lalu, warga sekitar lokasi kerap menerima arogansi para preman. Selain itu, infrastuktur jalan di Kelurahan Kertosari yang merupakan lintasan pengiriman material kini banyak yang rusak mengelupas. Padahal, aspal jalan baru selesai diperbaiki akhir tahun lalu.

 

Tak hanya itu, saluran PDAM yang tertanam dikanan kiri jalan juga terjadi kebocoran karena tak kuat menahan beban muatan truk. Begitu juga plengsengan irigasi yang baru dibangun oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi, juga terancam ambrol terkena senggolan truk serta alat berat. Padahal saat ini, bangunan dari anggaran APBD tersebut masih dalam tahap perawatan. (jok/J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close