BanyuwangiBerita DaerahUmum

Pengurukan Lahan Di Karangrejo Kertosari Rusak Jalan Desa

JATIM.CO.BANYUWANGI – Proyek pengurukan lahan seluas 7 hektar diperbatasan Kelurahan Karangrejo dan Kertosari, Banyuwangi, dikeluhkan warga. Penyebabnya, lalu lalang truk pengangkut material yang diduga over kapasitas, telah merusak sejumlah infrastuktur. Mulai jalan, bangunan plengsengan irigasi, pipa saluran PDAM hingga kelancaran lalu lintas pengguna jalan.

 

“Bisa dilihat, aspal jalan disini kan baru diperbaiki, karena dilewati truk material, kini sudah mulai mengelupas aspalnya, kan kami yang jadi dirugikan. Padahal, aspal jalan disini baru diperbaiki kali ini, setelah sepuluh tahun lebih rusak,” ucap warga RT 1, RW 2, Kelurahan Kertosari, Didik, Sabtu (14/1/2017).

 

Pengurukan lahan yang dikerjakan oleh pemborong bernama Handoyo, warga Kelurahan Sobo, Banyuwangi, ini sebenarnya berada di wilayah Kelurahan Karangrejo. Namun, untuk pengiriman material urug, melalui Kelurahan Kertosari. Terlebih, warga Karangrejo juga memang menolak jalan mereka dilintasi truk material. Alasanya, karena tak ingin jalan dilingkungan mereka rusak akibat tak mampu menahan beban yang diangkut truk material.

 

“Dan memang benar, sejak dilewati truk material, pipa PDAM disini juga langsung banyak yang bocor, lihat saja mulai dari SDN Kertosari sampai seratus meter ke timur terlihat rembesan air, itu air pipa PDAM yang bocor,” cetusnya.

 

Selain itu, lanjut Didik, banyaknya mondar-mandir truk material, dikhawatirkan akan merusak plengsengan irigasi yang baru selesai dibangun oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi. Lantaran, saat plengsengan rusak, ketika hujan, jalan lintasan truk material yang sudah dipadatkan oleh warga, akan kembali becek seperti sebelumnya.

 

“Dulu jalan yang dilewati truk material itu tak bisa dilewati, lalu warga sini kerja bhakti memadatkan, sekarang sudah halus dan rata, dengan seenaknya dilewati truk material. Ya langsung rusak lagi, dan yang kami sesalkan, pelaksanaan pengurukan lahan ini juga tidak pernah dikomunikasikan dengan warga,” jelasnya.

 

Rusaknya infrastuktur akibat truk material ini paling parah dirasakan oleh warga RT 1 dan RT 2, RW 2 Kelurahan Kertosari. Tak pelak, warga pun mulai resah. Rencananya, mereka akan mengadukan ke Kelurahan setempat. Dan jika tidak ada tindakan, warga akan melakukan penutupan paksa jalur pengiriman material.

 

“Ini sudah keterlaluan soalnya, sudah tak pernah komunikasi dengan warga, merusak jalan, pipa PDAM bocor, lalu lintas warga pengguna jalan pun terganggu, karena dalam pengiriman, truk berisi material parkir berjajar sepanjang jalan dengan seenaknya, padahal jalan disini kan sempit,” sambung Sugeng, warga lainya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kasie Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Adian Sinaga, mengaku belum tahu menahu soal proyek pengurukan lahan seluas 7 hektar di perbatasan Kelurahan Karangrejo dan Kertosari, ini. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan tinjau lapang untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek sudah mengantongi izin yang berlaku.

 

“Akan segera kita tinjau lapang, kita periksa proyeknya seperti apa,” katanya. (jok/J1)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close