BanyuwangiBerita Daerah

Jadi Buron Kasus Narkoba, Kades Kendalrejo ‘Dedi Suntoro’ Tidak Disanksi

JATIM.CO.BANYUWANGI – Sebuah potret kelam penegakan supremasi hukum di Kabupaten Banyuwangi. Meski sudah ditetapkan sebagai ‘Buron’ oleh Polres Banyuwangi dan sebulan lebih absen dari tanggung jawab, Kepala Desa (Kades) Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Dedi Suntoro, belum juga dijatuhi sanksi apapun.

“Kita tahu, setelah penggerebakan, pak Dedi tak ada kabar hingga saat ini, namun kita juga tidak mau tergesa-gesa memberi keputusan teguran untuk kades,” kata Camat Tegaldlimo, Megawan Mashari, usai menggelar Rapat Koordinasi Kelangsungan Pelayanan Desa Kendalrejo, Kamis (5/1/2017).

Walau sudah jelas-jelas dinyatakan Buron, menurut Megawan, sanksi teguran baru bisa dilakukan setelah Kades tidak hadir selama tiga puluh hari kerja. Dan bukan tidak hadir dalam satu bulan. Karena dalam satu bulan, jika dipotong hari libur, jumlah hari kerja masih kurang dari tiga puluh hari.

Sementara itu, menurut anggota Badan Permusyawaran Desa (BPD) Kendalrejo, Hadi Suwito, Kades Dedi Suntoro, mulai tak masuk kerja mulai 30 November 2016. Sedang terkait sanksi, dia mengaku kurang memahami.

“Saya kurang begitu faham, makanya saya terus meminta petunjuk dari Kecamatan,” cetusnya.

Belum adanya sanksi tegas pada Dedi Suntoro yang telah dinyatakan sebagai Buronan Polres Banyuwangi, ini sangat disayangkan masyarakat. Kondisi ini dinilai sebuah bukti bahwa hukum di Indonesia lebih tajam ke bawah dan tumpul keatas.

Diberitakan sebelumnya, Kades Kendalrejo, Dedi Suntoro, menghilang paska penggrebekan yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Banyuwangi, pada 29 November 2016 lalu. Setelah ditetapkan sebagai Buron oleh Kepolisian, hingga kini Kades yang diduga kuat terlibat kasus peredaran narkoba ini juga belum menampakan batang hidungnya. (jok/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close