Berita DaerahNganjuk

Jelang Tahun Baru Kios Esek-esek Di Nganjuk Di Bongkar

Jatim.co-Nganjuk, Sebanyak 71 kios di Kelurahan Guyangan kecamatan Bagor Nganjuk Jawa timur di tertibkan oleh satuan Polisi pamong Praja( satpol PP)  dan Dinas Perhubungan menyusul surat peringatan satu dan dua yang diterbitkan sejak tanggal Desember 2016.

Surat peringatan yang berisi tentang intruksi agar segera meninggalkan stand bagi masyarakat yang menyalahi izin, stand kios yang seharusnya digunakan untuk usaha perdagangan atau usaha sejenis diduga digunakan untuk praktek terlarang oleh sejumlah oknum nakal.

Merasa tidak diindahkan,  hari ini Selasa (26/12/2016)melakukan penertiban paksa sejumlah Kios yang di duga digunakan untuk praktek Prostitusi.

Sejumlah kios yang menjadi sasaran penertiban oleh aparat gabungan adalah kios milik Rusini, wanita yang mengaku berasal dari Desa Bulu putren kecamatan sukomoro, dan Lia (30) wanita yang mengaku menyewa kios dari seoseorang bernama Bagong harus merelakan Sejumlah barang berupa kasur dan perlengkapan tidur dibongkar paksa dan dikeluarkan dari kios.

Rusini mengaku Membeli 30 juta dari seseorang dengan membayar Retribusi Rp. 48.000/bln dengan izin untuk warung kopi. Namun setelah di cek keruangan terdapat ruangan khusus berupa ranjang tidur di lengkapi bantal kasur serta semacam klambu penutup. Selain itu terdapat juga pintu belakang yang di duga digunakan sewaktu waktu.”Kita bongkar dan barang-barang kita keluarkan jelas   melanggar ijin” Ujar Suhariyono sambil memerintahkan anak buahnya mengeluarkan kasur Sejumlah Almari dan lain lain.

Nurbanra, Salah seorang petugas dari Dinas perhubungan mengaku banyak oknum yang menyalahgunakan izin sehingga pihaknya akan segera menertibksn,”semua akan ditertibkan, Januari sudah bersih”Ujar banra.

Dari data yang di himpun jatim.co d ari 70 kios yang izinya digunakan untuk warung makan atau rrjualan, Sebanyak 21 kios digunakan untuk usaha karaoke.  di duga praktek ini secara trrselubung digunajan untuk prostitusi” Kita janji  semua akan di trrtibkan” pungkas Banra.

Dari pantau lapangan, Razia yang di mulai pukul 10.00 hingga pukul 13’30 wib menyisir sejumlah kios dan Stand karaoke diekitar jalan Guyangan. Sejumlah warga protes. Memurut mereka petugas hanya menertibkan  warung kopi sementra bangunan permanen untuk srand karaoke dibiarkan” Itu stand karaokenya Sally kok dibiarkan ” Ujar IK  Warga disekitar yang juga penyewa kios di kawasan Guyangan.

Seperti diketahui bangunan milik  dinas perhubungan diperuntukkan bagi penyewa dengan catatan untuk usaha warung kopi biasa, bukan warung pangku, istilah untuk menyebut warung yg digunakan untuk mesum. (Rois/J1))

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close