Berita DaerahTuban

Kemenkes Ajak Warga Tuban Hidup Sehat

Jatim.co Tuban – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Kabupaten Tuban, Selasa (29/11/2016).

Acara yang digelar di Aula Rumah Makan Kayu Manis, Jalan Basuki Rahmad, itu ditandai dengan menyantap buah bersama seluruh peserta yang hadir sebagai tanda, mulai hidup sehat.

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat diikuti jajaran Dinas Kesehatan Tuban dan sejumlah 120 peserta diantaranya,  organisasi wanita, seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), Muslimat NU, dan Aisyiah. Selain itu hadir pula seluruh Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Syaiful Hadi, mengatakan, pembangunan kesehatan melibatkan beberapa sektor. Tidak terfokus pengobatan, namun pada tataran sebelumnya yakni pencegahan dan penerapan pola hidup sehat.

“Germas ini bertujuan merubah paradigma mulai dari ibu hamil, bayi lahir, hidup sampai dewasa. Yang diimulai dari perseorangan dan rumah tangga,” ujarnya.

Dengan pola hidup sehat, imbuh Syaiful, maka akan merubah paradigma hidup manusia. Pembunuh tertinggi adalah stroke dan diabetes militus, yang diawali dari pola hidup yang kurang sehat. “Penerapan pola hidup sehat akan menolong kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Tuban, Ir. Noor Nahar Husein saat menyampaikan sambutanya, dengan kegiatan sosialisasi ini, harapkan masyarakat Tuban, lebih bisa meningkat kesehatannya, dan bisa mendeteksi penyakit sedini mungkin supaya penyakit bisa segara dicegah.

“Sosialiasai Germas ini diharapkan bisa meningkat kesehatan masyarakat Tuban” tegasnya.

Pada kesempatan ini jugaa, Frederika SH, M.Kes, perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, menyampaikan, pergeseran perilaku penyakit dari menular menjadi tidak menular, karena kecenderungan pola hidup yang kurang sehat.

“Melalui konsep CERDIK adalah upaya mewujudkan pola hidup yang baik. C atau cek kesehatan secara rutin, E adalah enyahkan asap rokok,dan R yakni Rajin aktivitas fisik. Lalu ditambah, Dengan konsumsi sayur dan buah, I Istirahat cukup, dan K Kelola stres dengan baik,” jelasnya.

Frederika mencontohkan mengelola stres di lingkupnya. Pada setiap pukul 10.00 dan 14.00 WIB, di Kemenkes melakukan peregangan untuk mengurangi stres. Hal ini dalam upaya peningkatan kualitas kerja aparat.

“GERMAS bukan semata-mata program milik Dinas Kesehatan, namun harus disebarluaskan kepada masyarakat. Perubahan gaya hidup harus dimulai dari diri sendiri dan rutin dilaksanakan,” tegasnya.

Disebutkan pula, faktor resiko penyebab penyakit tidak menular itu karena beberapa hal, yaitu kurang aktivitas fisik, kurang mengonsumsi buah dan sayur. Mengonsumsi alkohol dan merokok termasuk pola hidup yang sangat merugikan.

Selanjutnya, aktivitas Buang Air Besar di sembarang tempat. “Lalu, pencemaran lingkungan menjadi pemicu juga,” pungkasnya. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close