BanyuwangiBerita DaerahBisnisGaya Hidup

Penanganan Tiket Palsu BBJF Lambat, Dikhawatirkan Otak Pelaku Melarikan Diri

Jatim.co _ Banyuwangi , PT Pesona Swargaloka Entertaint selaku Even Organizer (EO) penyelenggara Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF) tahun 2016, mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporannya terkait dugaan pemalsuan tiket VVIP hingga merugikannya puluhan juta.

Desakan tersebut disampaikan oleh kuasa Hukum PT Pesona Swargaloka Entertaint, eko sutrisno, menyikapi kinerja kepolisian dalam menangani laporan yang dilakukan oleh kliennya yang merasa dirugikan saat menggelar Festival Jazz pantai Boom tanggal 13 Agustus 2016 lalu.

Eko sutrisno mengatakan, Kliennya selaku EO penyelenggara banyuwangi beach jazz 2016 telah dirugikan dengan beredarnya tiket palsu untuk kelas VVIP yang berharga 2,5 juta. Temuan tiket palsu itu didapat dari salah seorang pengunjung bernama suhaili asal Kecamatan Rogojampi, yang kedapatan membawa tiket palsu saat masuk ke arena jazz pantai boom dengan bintang tamu Raisha tersebut.

“Setelah mengetahui tiket yang dibawa Suhali palsu, Kita langsung melakukan penelusuran asal usul tiket dari yang bersangkutan dan melaporkannya ke Polres Banyuwangi” ujar Eko dihadapan Wartawan, selasa (22/11).

Eko menjelaskan, Tiket yang dibawa suhaili diketahui palsu karena memiliki beberapa perbedaan. Untuk tiket asli, lubang porporasi pajaknya sangat halus dan timbul. Namun di tiket palsu yang didapatnya, lubang porporasinya sangat kasar dan tidak teratur.
Sedangkan bukti yang lain, lanjut Eko, setiap pengunjung yang masuk arena festival jazz pantai yang juga masuk dalam agenda banyuwangi festival 2016 ini, selalu mendapatkan gelang tangah dengan material campuran kertas dan plastik, sehingga tidak mudah robek dan rusak. Namun gelang palsu yang didapat panitia, terbuat dari kertas murni dan mudah robek. “tiap pengunjung dapat tiket dan gelang, tapi material bahannya mudah rusak, yang diyakini dipalsu” jelasnya.

Atas temuan tersebut, eko mengaku kliennya atas nama Jodi Putro utomo telah dirugikan puluhan juta, karena disinyalir banyak beredar tiket palsu dilapangan. Hal itu dibuktikan dengan padatnya penonton, namun tiket yang terjual di panitia masih selidiki. Dari kasus tersebut, manajemen PT Pesona Swagaloka Entertaint sudah melaporkan ke Polres Banyuwangi, namun hingga saat ini masih belum ada kelanjutannya. Eko mendesak polisi segera memproses cepat kasus ini dan menemukan pelaku pemalsu tiket Banywuangi Beach Jazz Festival 2016. “Laporannyang kita amsukkan sudah lama, tapi beluma da tindakan dari polisi. Kita minta polisi bekerja profesional” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim polres Banyuwangi, AKP Dewa Putu Primayogantara Parsana membenarkan jika ada laporan tentang dugaan tiket palsu banyuwangi beach jazz festival 2016 tersebut, yang diterima Polres Banyuwangi saat Kasatreskrimnya dijabat oleh AKP Stevie Arnold Rampengan. Tindakan yang sudah dilakukan polisi adalah memeriksa 5 orang yang masih berstatus saksi, termasuk Suhaili.

Namun saat ini Polisi kesulitan memeriksa salah satu saksi, yang tidak lain juga anggota Even Organiser  penyelenggara Banyuwangi Beach Jazz Festival atas nama Sofi yang saat ini masih berada di luar negeri. Meski surat panggilan sudah dilayangkannya. Bahkan Polisi belum melakukan gelar perkara atas kasus ini. Namun Dewa berjanji akan  serius melakukan penanganan kasus ini. Dan saat ini polisi masih menelusuri asal didapatnya tiket palsu tersebut dan tempat percetakannya.

“Kita kesulitan periksa saksi yang masih berada di luar Negeri, kita juga belum gelar perkara. Tapi kitavtetap serius tangani laporan ini” jelas suami artis Kadek Devi ini.
Banyuwangi Beach Jazz festival (BBJF) yang digelar di pantai Boom pada sabtu malam (13/8) menyisakan beberapa masalah, tentang beredarnya tiket palsu VIP di kalangan penonton. Mengetahui hal tersebut, panitia BBJF langsung melaporkan kepada polres Banyuwangi karena merasa dirugikan. Bahkan dari pemeriksaan awal, diduga beredarnya tiket VIP palsu itu didapat dari salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto mengatakan, Pihak Even Organizer (EO) mendapati peredaran tiket BBJF dan akses card palsu yang dibawa oleh dua orang penonton karena kualitasnya berbeda dari aslinya.
“Pengakuan dari pihak EO tiket palsu bisa dilihat dari kualitas material cetakan pada  kartu atau tiketnya. Terlapor belum kami tahan Cuma kami kenai wajib lapor ke Reskrim, terlapornya orangnya laki-laki sekitar umur 50 tahun” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Senin (15/8).  ( Jop/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close