Berita DaerahTuban

DKP Tuban Tidak Mampu Telusuri Pengolah Ikan Asin Berformalin

Jatim.co Tuban – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melalui Bidang Pengelolaan Hasil Perikanan Tuban mengaku kecolongan dengan adanya aktifitas produksi Ikan Asin yang berformalin. Disebabkan begitu banyaknya usaha rumahan yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Tuban.

Sehingga, lantaran begitu banyaknya produk olahan, pihak DKP sulit untuk mendeteksi dan mendata pelaku usaha ikan asin maupun ikan pindang di wilayah kerjanya.

“Kita kesulitan mendata orang yang memproduksi ikan lalu dijual, sehingga kalau ada masalah apapun termasuk memakai Formalin, kesulitan untuk menegurnya dan membina dalam pengawasan produksinya agar tidak menggunakan bahan formalin”, Pujiono, Kepala Bidang Pengelolaan Hasil Perikanan Tuban, Jum’at (04/11/2016).

DKP justru melemparkan data pelaku usaha itu sepenuhnya berada di BPS, karena lembaga BPS yang memiliki data utuh soal berapa pelaku usaha yang ada di Tuban usai melakukan sunsus Ekonomi (SE) beberapa bulan yang lalu.

Meski mengakui kecolongan, namun dia belum punya solusi terbaik bagaimana melakukan pembinaan terhadap para pemilik usaha Ikan asin dan Pindang itu agar tidak melakukan penyalahgunaan sahanya.

Dinas juga meenyalahkan para pelaku usaha yang menggunakan Formalin tersebut, karena di rasa melanggar Undang-undang (UU) ketahanan Pangan yang berlaku.

Terlepas dari itu, produksi pembuatan ikan asin yang di di beri formalin merupakan bentuk pelanggaran, karena sudah melanggar UU Ketahanan Pangan. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close