TubanUmum

Ada Ahok Korupsi Di LKS MI Di Tuban

Jatim.coTuban – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban, Sutrisno Rahmat, mengharap penarikan semua Lembar Kerja Siswa (LKS) “MAS Kur” tingkat Madrasah Ibtida’iyah (MI) kelas III pada materi Pendidikan Kwarganegaraan (PKn) yang dianggap melanggar kode etik dalam pembuatan soal. Jum’at, (28/10/2016).

 

Buku LKS yang terdapat soal nomor 17, halaman 76 tersebut dinilai sangat melanggar kode etik dan melanggar hak asasi orang lain, karena sudah mengatasnamakan langsung pada seseorang tanpa ada bukti yang konkrit dan status yang jelas.

 

“Dalam pembuatan soal-soal harus obyektif dan tidak melanggar norma-norma sosial”. Terang Sutrisno, lanjutnya dengan membaca soal, “Bapak Ahok uangnya banyak tetapi hasil korupsi (mengambil uang negara), berarti Bapak Ahok melanggar norma,,,”

 

Menurutnya, adanya soal yang sifatnya menjastifikasi seseorang tanpa adanya bukti yang jelas merupakan melanggar kode etik dan melanggar hak asasi orang lain. Ia juga tidak membenarkan adanya soal yang bersifat nuansa politik juga mengklaim seseorang atau siapapun dalam bentuk korupsi, karena tidak adanya pembenaran, terkecuali statusnya sudah di vonis korupsi.

 

“Ini jelas tidak mendidik, apalagi ditingkatan Madrasah dan harusnya tidak boleh beredar, apalagi soalnya langsung melibatkan pejabat dan menyudutkan Ahok”. Tegas Pak Tres, Sebutan akrabnya.

 

Selain itu, Sutrisno juga mempertanyakan pihak yang menulis “MAS Kur” juga penerbitan buku LKS. Menurutnya, pihak yang bertanggungjawab terhadap LKS kurang mentelaah kembali atas materi dan soal yang akad disajikan oleh siswa, sehingga buku tersebut harus di cabut semua yang sudah beredar dengan konsekuesi. Secara pribadi, Sutrisno juga berpendapat akan penarikan LKS yang sudah menyebar, agar tidak terlalau berkepanjangan masalahnya.

 

Kekhawatirannya, lanjut Sutrisno, kalau sampai ada orang yang menuntut karena ketidakterimaan dengan dalih pencemaran nama baik, mau tidak mau ya harus di tarik / di cabut.

 

“Pendapat saya harus ditarik semua, karena kalau hanya di ralat saja, dalam pemahaman itu tidak akan berdampak dan pasti akan terbaca oleh anak didiknya karena masih beredar, walaupun ini merupakan semester ganjil yang sudah akhir, karena itu bagian dari konsekuensi”. Pungkas Sutrisno. (Rohim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close