Berita DaerahNganjuk

Polisi Dalami 2 Bayi Tewas Pasca Imunisasi

jatim.co Nganjuk, Kematian dua Balita asal Desa Sonopatik Kecamatan Berbek Nganjuk Jawa Timur minggu (16/10/2016) pasca dilakukan imunisasi  berbuntut panjang. Pasalnya kematian dua bayi yang tinggal satu Desa ini mementik perhatian warga.

Polres Nganjuk akan melakukan penyelidikan kepada petugas Polindes di Desa setempat untuk mencari penyebab tewasnya dua balita pasca imunisasi. Petugas akan menelusuri berbagai kemungkinan penyebab kematian kedua balita termasuk apakah karena adanya unsur kelalaian dan hal lain.

Kepada sejumlah media, AKP Trisno Nugroho, Kasat Reskrim Polres Nganjuk mengungkapkan pihaknya akan melakukan proses lidik kepada petugas Polindes desa setempat. Hal itu guna mengetahui apakah ada unsur kelalaian hingga mengakibatkan meninggalnya dua balita dalam waktu yang hampir bersamaan setelah disuntik imunisasi. “Kita akan melakukan penyelidikan terhadap petugas Polindes untuk mengetahui penyebab kematian dua balita tersebut,” ujarnya.

Ketua Puskesma Kecamatan Berbek Endang Rahayu menjelaskan, kematian kedua bayi tidak ada kaitanya, menurutnya kematian balita bisa dimungkinkan karena hal lain” Yang jelas tidak ada kaitanya dengan Imunisasi tapi karena asupan
( makanan) lain ” tegas Endang.
Senada dengan Endang, Sugeng Budi Wiyono, Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk saat dikonfirnasi Menerangkan jika pihak bidan dilarang keras untuk melakukan penyuntikan vaksin imunisasi pada balita dengan kondisi badan sedang sakit. Menurutnya hal itu bisa berdampak negatif mulai dari komplikasi hingga menyebabkan kematian terhadap balita. Karena itu pihaknya menghimbau kepada para bidan agar menunda penyuntikan hingga kondisi balita benar-benar sehat. “Kami himbau agar para bidan menunda penyuntikan hingga kondisi balita kembali sehat terlebih dulu,” jelasnya kepada Jatim.co

Disinggung lebih lanjut terkait tewasnya dua balita di Desa Sonopatik, pihaknya belum bisa menyimpulkan lebih jauh. Pihaknya hingga kini masih menunggu laporan dari tim yang sedang melakukan pemeriksaan atau pengumpulan data lengkap guna mengetahui penyebabnya, apakah akibat kelalaian dari bidan atau kemungkinan bisa jadi Karena faktor lain. “Bila nanti terbukti karena kelalaian dari bidan, maka Dinas Kesehatan akan memberikan sanksi tegas,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam waktu sehari dua balita di satu desa yang berada di Kabupaten Nganjuk meninggal usai melakukan suntik imunisasi di bidan desa. Ditengarai kedua balita malang itu meninggal lantaran saat dilakukan penyuntikan atau imunisasi kondisinya sedang sakit.

Sebelumnya sebanyak 24 anak diimunisasi massal oleh bidan desa setempat, hingga sehari pasca imunisasi, dua balita mininggal dunia. Kini pihak warga meminta kepada dinas terkait untuk memberikan teguran pada bidan dan memindahkan bidan ke tempat lain.(din/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close