BanyuwangiBerita Daerah

Rusak Jalan Pendarungan, Warga Larang Truk Sirtu Masuk Desa

Jatim.co – Banyuwangi- Akses jalan di desa pendarungan kecamatan kabat , Banyuwangi, ditutup sementara untuk kendaraan pengangkut hasil tambang batu dan pasir hingga dilakukan perbaikan.
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil hearing warga desa pendarungan bersama pihak terkait yang difasilitasi oleh komisi empat DPRD Banyuwangi, Selasa 25 oktober 16.  beberapa pihak yang hadir dalam hearing tersebut yakni warga desa pendarungan, dinas PU Binamarga, dishubkominfo, kepolisian dan satpol PP.
Kepala Desa Pendarungan Hamid Saleh, saat rapat dengar pendapat bersama DPRD Banyuwangi mengungkapkan,  selama ini jalan di desa setempat rusak akibat  banyak kendaraan tambang pengangkut batu melebihi tonase atau batas yang ditentukan melintasi jalan tersebut.
“ setiap hari dari puluhan  kendaraan dum truk  yang melintas di desa pendarungan  hilir mudik sebanyak 6  hingga 7 kali  untuk  mengambil  material tambang dari  9 lokasi tambang. akibatnya saat ini kondisi jalan menjadi berlubang dan bergelombang “
kendaraan pengangkut hasil tambang batu tersebut rata rata berasal dari desa sebelah yakni desa tambong. selain itu belum diketahui secara pasti apakah tambang tersebut sudah mengantongi ijin atau tidak. terlebih kepala desa tambong mengaku kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan para pemilik tambang tersebut.
sementara itu wakil ketua komisi empat sofiyandi susiyadi mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak ke lokasi yang saat ini dipermasalahkan. sidak dilakukan untuk mengetahui apakah jalan tersebut rusak karena peruntukannya tidak sesuai dengan spek yang ada atau karena akibat kendaraan pengangkut tambang. selain itu sidak tersebut juga untuk mengetahui kelengkapan ijin tambang.
“ dalam waktu dekat komisi IV akan segera tinjau lapang,  hasil sidak nantinya akan dijadikan bahan oleh komisi empat untuk mengambil keputusan dalam hearing berikutnya.”
Sekedar tau, hingga saat ini jumlah penambang batu , pasir dan tanah uruk , yang beroperasi dibanyuwangi terus bertambah , bahkan jumlahnya hampir mencapai ratusan , namun disinyalir  masih banyak yang mengantongi ijin pertambangan . (Joko/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close