Berita DaerahPenerintahanTuban

Tuban Belum Dapat KIS

Jatim.co Tuban – Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Presiden Jokowi menuwai kontra. termasuk Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein mempersoalkan keberadaan KIS yang ada di Kabupaten Tuban. Dikarenakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) sudah tidak aktif lagi di tahun 2017 dan beralih ke Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

KIS yang semestinya sudah merata secara nasional dan sudah turun dimasyarakat, ternyata masih belum ada di Tuban.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Bupati atas keberadaan KIS selama ini. “Konon kabarnya, Kabupaten Tuban mendapat 519.000 kartu KIS, tapi dalam kenyataan dilapangan tidak ada sama sekali kartu yang namanya KIS itu”. Tegas Wabup Tuban, Senin (24/10/2016).

Sedangkan, lanjutnya, angka kemiskinan di Tuban menurut data BPS mencapai 17 persen dari penduduk Tuban. Sehingga, ketika kartu KIS tersebut ada dan sudah meyebar di Tuban, itu lebih banyak jumlahnya dari angka kemiskinan.

Selain itu, Keberadaan SPM yang diahlikan ke BPJS di tahun 2017 yang mendatang akan didata lagi sesuai by name by addres, karena tidak semua yang mempunyai SPM  juga mempunyai BPJS.

Semestinya yang mempunyai SPM juga mendapat BPJS, sehingga dibutuhkan pendataan dan verifikasi kriteria miskin sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).

“BPJS yang kita tangggung ini harus by name by addres, yang mempunyai BPJS langsung dilayani, karena SPM di tahun 2017 sudah tidak Berlaku, tapi kalau mempunyai BPJS langsung dilayani”. Lanjut Noor Nahar.

Politikus PKB itu juga menilai, penurunan kartu KIS yang dari pusat, tidak ada koordinasi sama sekali dengan pihak Pemda, sehingga pemda tidak mempunyai data, dalam distribusinya juga tidak pernah dilibatkan. Infonya, penurunan kartu KIS langsung dikirim ke Desa melalui JNE, tapi sampai saat ini tidak ada kartu KIS dan pihak Desa juga Kecamatan tidak ada koordinasi mengenai kartu KIS.

“Kita sedang verifikasi kemana KIS itu, dan Camat kemarin sudah kita instruksikan untuk jangan mudah mengeluarkan SPM karena keuangan sudah habis, tapi kalau mempunyai KIS lebih mudah, karena kalau mengurus SPM harus kesana kesini”. Pungkasnya. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close