Berita DaerahTuban

Pertamini Di Tuban Menjamur Pemda Tutup Mata

Jatim.co Tuban – Menjamurnya Pertamini yang berada di Kabupaten Tuban kini dikeluhkan oleh pihak Pertamina EP Asset 4 Field Cepu selaku pemangku BBM di wilayahnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban akan melakukan koordinasi bersama Pertamina EP soal maraknya usaha Pertamini atau SPBU mini di wilayahnya. Meskipun usaha ini belum ada payung hukum yang menaunginya, namun Pemda belum berpikir untuk menertibkannya.

“Kami akan koordinasikan dulu bersama Pertamina, nanti baru mengambil langkah efektifnya”, ujar Sekretaris Daerah Tuban, Budi Wiyana, Senin (17/10/2016).
Ia pun masih enggan bersikap reaktif soal usaha baru ini, sebab Pertamini sebuah inovasi dari masyarakat atau metamorfosa dari penjual BBM eceran. Ia juga mengusulkan lebih baiknya nanti dijadwalkan ada pembinaan kepada pemiliknya, dari pada menertibkannya langsung.

Setiap penjualan BBM dalam jumlah banyak memang harus ada izin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Tiga Pertamini yang beroperasi di Kecamatan Merakurak, dan Bangilan, ini memang belum ada izinnya.

“Untuk menertibkannya kita juga harus memiliki dasar dari Pertamina,” jelasnya.

Selanjunya, salah satu pemilik Pertamini di wilayah Merakurak mengatakan dirinya telah mengajukan izin kepada pihak desa dan kecamatan untuk memperbolehkan membuka Pertamini di wilayah tersebut, ia juga mengaku sudah 1 tahun menjual BBM jenis Pertamax dan Pertalite dan menghabiskan sekitar 200 liter seharinya.

“Yang terpenting meminta izin kepada pihak desa untuk membuka Pertamini”, terang pria yang tidak mau disebutkan namanya.

Diketahui, di Kabupaten Tuban sendiri terdapat tiga buah Pertamini yang kini masih beroperasi yakni di Desa Ngrojo dan Banjarworo Kecamatan Bangilan serta di Desa Tuwiri Kulon Kecamatan Merakurak. Setiap harinya satu Pertamini ini rata-rata mampu menghabiskan BBM 200 Liter/harinya. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close