Berita DaerahTuban

Bengawan Solo Terus Meluap Tanaman Cabai Terancam Rusak

Jatim.co Tuban- Dampak luapan air Sungai Bengawan Solo, puluhan hektar tanaman cabe desa Kanorejo di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban terendam banjir. Khawatir tanaman mati, petani menyelamatkan dengan cara menguras air. Hal itu terpaksa dilakukan petani mengingat ketinggian air mencapai 65 centi meter.

Salah satu Petani di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel Tuban,Samingun (56), menjelaskan, jika air yang menggenangi sawah dari kemarin (10/10/2016) air sudah menbanjiri sawah, kalau tidak segera di panen dini dipastikan tanaman cabe mati membusuk. Hingga  sekarang  ketinggian air masih sekitar 65 centimeter.

”Kondisi ini menghawatirkan, kalau air tidak segera dipanen hasil cabe bisa membusuk” ujarnya. (11/10/2016)

Diceritakan Samingun,  banjir kali ini sangat merugikan petani. Sebab genangan air biasanya berlangsung hingga beberapa hari. Sementara banjir sebelumnya air berangsur cepat surut.

”Meski tidak terlalu besar, genangan air berpotensi merusak tanaman. Karena itu tidak cara lain kecuali disedot dan dibuang ke luar lahan pertanian,” bebernya.

Semenjak terkena luapan air Sungai Bengawan Solo kemarin, tangkai tanaman cabe mulai terlihat membusuk. Karena itu, jika dibiarkan terlalu lama kerugian petani bakal semakin membengkak. Pada kondisi normal, lahan cabai seluas 1/8 hektar bias menghasilkan 70 hingga 80 kilogram sekali petik. ”Namun akibat banjir diprediksi produksi cabai bakal turun di angka 50-60 kilogram,”kata dia.

 

Masih menurut Samingun akibat banjir ini Kerugian tanaman cabai ini ditaksir mencapai ratusan juta  rupiah.

 

“akibat banjir ini hasil kerugian mencapai ratusan juta rupiah” pungkasnya.

Diketahui Banjir merendam 8 desa di Kecamatan Rengel,diantaranya,Ngadirejo,Kanorejo,Tambakrejo,Karangtinoto, Bulurejo, Sawahan, Maibit dan Rengel. (Rochim)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close