Berita DaerahBisnisNganjuk

Tak Punya Payung Hukum Mini Market Menjamur Toko Klontong Tersungkur

Jatim.co Nganjuk, Setelah Kota Kediri melakukan moraturium terhadap berdirinya Minimarket atau pasar moderen model Frencise, giliran Nganjuk menjadi sorotan oleh sejumlah kalangan.

Pasalnya, menjamurnya minimarket berberbasis swalayan ini menjadi momok bagi pasar tardisiobal maupun toko kelontong.
Selain karena adanya aturan yang dilanggar terkait ijin dan sejumlah aturan yang tidak diindahkan.

Karyosulistyo, Anggota DPRD asal Kecamatan Ngronggot ini bersuara keras terkait menjamurnya Minimarket yang tidak dilengkapi Ijin, menurutnya hal ini harus segera diawasi dan ditertibkan” Kita beri ruang juga untuk pedagang Kelontog, mereka tulang punggung ekonomi rakyat kita”Ujar Karyo.

Karyo menambahkan, Pemerintah harus segera menerbitkan aturan terkait pendirian minimarket agar potensi ekonomi mikro ynag harus diberdayakan,”Iya perda-nya harus kita desak itu” pungkas karyo.

Sementara terkait hal tersebut, Plt Sekda Nganjuk Agus Wahyudi mengaku belum mengetahui adanya rencana penertiban Minimarket oleh Dewan,” Saya belum dengar mas” Ujar Agus saat di hubungi jatim.co via Mobile phone Sabtu ( 8/9).

Sementara, Widi salah seorang warga Dusun Jaraan Kelurahan Kramat mengeluhkan berdirinya Supermarket ‘mirip’ Indomart disekitar lingkunganya, menurutnya keberadaan minimarket ini meresahkan masyarakat, selain mengancam pedagang tradisional disekitarnya, keberdaanya jg belum disosialisasikan kepada warga sekitar,” Saya belum pernah tanda tangan itu soal HO,” Ujar widi.

Dia menambahkan meski belum semua warga sekitar menandatangani ‘Toko serba ada’ yang berada dijalan Wilis ini nekat beroperasi, belakangan diketahui pemiliknya adalah pegawai di Dinss Perizinan,” Saya denger pemiliknya orang Dinas perizinan” Pungkas Widi.

Peraturan mengenai toko modern diatur dalam Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (“Perpres 112/2007”). Pengertian toko modern menurut Pasal 1 angka 5 Perpres 112/2007 adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan.

Setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi mayarakat sekitar serta jarak antara toko modern dengan pasar tradisional yang telah ada (Pasal 4 ayat (1) Perpres 112/2007).
( Muh.Roissudin/ Din)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close