Berita DaerahTuban

Keluarga Korban Hanya Menunggu Asa Di Bibir Bengawan

Jatim.co Tuban – Keponakan dari KH Miftahul Akhyar Wakil Rais Aam PBNU, Muhsin (16) yang beralamat di Kecamatan Tambak Sari Surabaya menjadi korban santri yang tenggelam terseret derasnya arus Sungai Bengawan Solo Jum’at (07/10/2016).

Muhsin (16) belum bisa ditemukan bersama enam santri Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban ketika liburan di pasar Babat, ketika ditengah perjalanan perahu Oleng dan tenggelam.

Anak ketiga dari 11 bersaudara pasangan suami istri H. Murtadlo dan Mauidhltul Ummah ,terakhir kali bertemu dengan korban pada 17 September 2016. .

Ia bertempat di Ponpes Langitan Kecamatan Widang, Tuban di asrama komplek C bersama adiknya kurang lebih selama 4 tahun

Mu’tiqoh kakak pertama dan Mundir nomor 2 mengatakan bahwa pihaknya mendapat telfon dari ibunya mengkabari bahwa adiknya terkena musibah.  mengatakan segera datang ke pondok untuk memastikan apa yang kabarkan ibu benar.

“Saya ditelpon ibu disuruh ke pondok, ibu merasa syok  terus makanya saya saja yang berangkat tambah ngeriwuki wong akeh nek nangis”. terang Mu’tiqoh

Mu’tiqoh berharap semuanya korban perahu tenggelam bisa segera ditemukan . “Kami semua berdoa dan berpasrah kepada Allah SWT untuk memberikan yang terbaik,” katanya saat ditemui di Selatan Ponpes Langitan di sekitar bantaran sungai, Sabtu (08/10/2016).

Musibah perahu yang ditumpangi 25 santri ini tenggelam di sekitar jembatan Widang Babat. Tim SAR gabungan sampai siang ini melakukan pencarian dengan menyisiri Bengawan Solo dengan perahu karet. Pencarian kembali dilanjutkan Sabtu karena sudah.(Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close