Berita DaerahTuban

Dipecat Swabina, Nasip Darwanto Makin Tidak Jelas

Jatim.co Tuban – Salah satu anak Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk. Yakni PT Swabina Gatra tetap tidak menerima kembali karyawannya bernama Darwanto asal Kecamatan Kerek sebagai Koordinator Parkir di perusahaan tersebut.
Adanya pemecatan berawal dari Keputusan tentang Pengembalian Tenaga dari user ke PT Swabina Gatra yang berdasarkan surat nomor 0017/KM03/712032/03.2016 tanggal 3 maret 2016 Tentang pengembalian pegawai dari kepala seksi pengamanan.
Alasan pemecatan dikarenakan Darwanto sering meninggalkan kerja tanpa izin sehingga menimbulkan suasana tidak kondusif atau sering melakukan aksi demo, bahkan Darwanto sudah diberi peringatan oleh Pimpinan Unit Kerja yang ditempati oleh bersangkutan.
“Alasan pemecatan karena yang bersangkutan sering meninggalkan tugas”, ujar Kasmari, bagian Pembinaan dan Pengembangan SDM PT Swabina Gatra.
Kasmari melanjutkan karena selama masa hearing tidak ada kesepatakan, akhirnya permasalahan dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Direktur Utama PT Swabina Gatra memutuskan untuk tidak menerima kembali.
Bahkan Kasi Keamanan sampai hari ini belum menerima surat pencabutan ke  Dirut PT Swabina Gatra malah mengeluarkan surat untuk menerima kembali, seharusnya surat dicabut dulu baru ada surat untuk memperkejajan lagi.
“Surat untuk menerima kembali tidak bisa diterima sebab surat pemecatan belum dicabut”, lanjutnya.
Selanjutnya, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tuban, Agung Supriyanto mengatakan bahwa masalah yang menyangkut karyawan Swabina Gatra yang di PHK secara sepihak ini sangat sulit untuk dipersatukan, pasalnya yang diinginkan oleh pekerja dan Dinsosnakertrans Tuban agar PT Swabina Gatra bisa menerima kembali, namun mereka menolak atas perintah atasan.
Padahal dalam UU Nomor 22 Tahun 2004 menyebutkan apabila penggugat sudah menyampaikan ke pengadilan penyelisian industri dalam durasi maksimal 15 hari, si penggugat harus segera dipanggil, apabila tidak dipanggil maka akan menyebabkan sebuah pertannyaan.
“Maka penolakan yang dilakukan oleh PT Swabina Gatra tersebut adalah sebuah rekayasa saja untuk tidak memesukan lagi”, terang Agung.
Ia melanjutkan yang mutuskan PHK adalah PHI bukan perusahaan. Seorang pekerja dikatakan berhenti bekerja bila sudah ada keputusan dari PHI dan sebelum PHI memutuskan, maka hak dari pekerja harus segera dipenuhi.
Bila hal ini tidak segera di atasi maka Industri berpotensi untuk melakukan PHK sewenang-wenangnya. Sehingga DPRD Tuban akan mengoreksi lagi masalah perizinan industri bilamana industri tersebut melakukan PHK sewenang-wenananya.
“Kami sudah meminta PT Swabina Gatra untuk menerima kembali namun mereka menolak”, lanjutnya.
Diketahui, Darwanto dipecat oleh PT Swabina Gatra pada 1 April 2016 lalu, padahal dalam kontrak yang kedua dirinya tidak melakukan pelanggaran dan tanpa ada surat peringatan. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close