Berita DaerahTuban

Wartawan Tuban Aksi Solidaritas Untuk Soni NET TV

Jatim.co Tuban – Puluhan jurnalis dari berbagai media massa cetak, elektronik, dan online yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Tuban menggelar aksinya dengan berjalan kaki sambil membentangkan poster bermacam-macam tulisan keprihatinan. Saat melakukan aksi tersebut, semua peralatan liputan mulai dari kamera hingga ID Card mereka lepas.

Para jurnalis dari pertugaan Jalan Pahlawan menuju ke TamanMakam Pahlawan Tuban dan melakukan aksi tabur bunga di Taman Makam Pahlawa.

Puluhan jurnalis Bumi Sali ini mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh Oknum Anggota TNI AD dan Yonif Madiun terhadap jurnalis Net Tv Sony, saat sedang meliput konvoi Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam kegiatan perayaan 1 Suro 1 (Muharrom) di Madiun.

Sony dipukul hingga lebam dan memar di pipi kiri bagian bawah. Tak hanya itu, ia juga ditendang dan peralatan  liputannya berupa kamera dan memori kartu juga dirusak.

dalam orasinya salah satu wartawan Metro Tv, Kartono , mengatakan dia mengutuk keras tindakan arogansi oknum TNI AD terhadap insan pers dan mendesak pihak Denpom TNI AD untuk memberikan hukuman yang setimpal atas yang dilakukan oknum TNI yang tekah menganiaya insane pers.

“Kita berharap agar diusut tuntas bahkan pihak-pihak yang terkait dan pimpinan yang terlibat diusut tuntas bahkan dicopot (dari jabatannya),” lanjutnya,” ujar Kartono, jurnalis televisi (Metro TV).

Koordinator Solidaritas Wartawan Tuban yang juga Dewan Pembina Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Dwi Setyawan mengatakan, hingga saat ini aparat TNI dianggap belum memahami sepenuhnya kerja jurnalis yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

“Kita sangat kecewa dan mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Madiun . Ini menjadi pukulan keras buat kita, ternyata masih banyak aparat TNI yang masih belum memahami kinerja jurnalis sebagai pihak yang memiliki perlindungan hukum melalui Undang-Undang Nomor 44 tahun 1999,” kata Pimpiman Redaksi Radar Tuban.

Dwi menambahkan, aksi kekerasan terhadap jurnalis selalu terulang hingga berkali-kali. Peristiwa penganiayaan terhadap jurnalis di Makasar baru-baru ini, telah menambah daftar hitam aksi kekerasan yang dilakukan aparat. Oleh karena itu, puluhan jurnalis dari Solidaritas Wartawan Tuban menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas.
“Saya kira kalau melihat ke bagian timur Indonesia, perlindungan terhadap wartawan sangat sangat kurang. Karena ini sudah terjadi beberapa kali wartawan dipukuli, ditendang, dan segala macam. Ya saya kira ini merupakan bukti bahwa TNI belum memahami bagaimana kinerja seorang jurnalis,” lanjutnya.

Atas peristiwa kekerasan yang dilakukan Oknum TNI AD Madiun terhadap jurnalis di Madiun, Solidaritas Wartawan Tuban menuntut agar Panglima TNI Jendral Gatot Nurmatyo untuk turun tangan  langsung dan menindak tegas atas kejadian tersebut. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close