Berita DaerahNganjuk

Rekaman Percakapan Bunda Ita Dengan Rekanan, Kamis Diperdengarkan

Jatim.co Nganjuk – Bunda Ita panggilan akrab Istri Bupati Nganjuk Ita triwibawati, bukan sekedar Sosialita biasa,Wanita yang menjabat sebagai Sekda Jombang ini semakin santer di sebut terlibat Proyek pengadaan batik senilai 6 Milyar, menyusul “nyanyian” salah satu terdakwa Masduqi sekda Nganjuk non aktif yang belakangan santer menjadi perbincangan publik.

Yang terbaru, Kejari Nganjuk melalui Kasi Intel Anwar Risa Zakari mengaku akan segera memperdengarkan rekaman yang diduga berisi percakapan antara Ita Triwibawati dengan Sunartoyo, rekanan yang berperan sebagai penyedia barang pada agenda sidang selanjutnya ” Sudah kita jadwalkan pada persidangan selanjutnya, agendanya mendengarkan rekaman percakapan antara Ita dan Sunartoyo sebagai penyedia barang” jelas Anwar Selasa (27/9).

Pihaknya juga mengaku, Kejari Nganjuk sebelumnya telah memeriksa Istri bupati Nganjuk dua periode tersebut dalam kapasitasnya sebagai saksi pada proyek pengadaan seragam batik untuk PNS Pemkab Nganjuk yang diduga merugikan negara 3Milyar lebih,”Jika mengikuti dari awal kita sudah periksa dua kali ya” urai Anwar lebih lanjut saat di konfirmasi melalui Mobile Phone.

Berdasarkan informasi yang di himpun Jatim.co, pada sidang sebelumnya melalui kuasa hukum Masduqi, Mursid Murdiantoro SH pada sidang perdana Kamis (8/9) di Pengadilan Tipikor Surabaya, menyebutkan bahwa Bunda Ita ikut menyetujui atas  speck-speck barang pada proyek pengadaan batik.

Hal ini juga diperkuat oleh fakta persidang melalalui dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menunjukkan peran Ita terkait pengadaan dan perencanan anggaran kain batik. “Kita sudah berusaha. Tinggal nanti bagaimana, majelis yang akan menentukan. Siapa aktor inisiatornya tergantung nanti,” imbuh anwar.

Sudah diketahui sebelumnya,bahwa istri Bupati Nganjuk merupakan sosok wanita aktif di berbagai kegiatan sosial. Selain itu, ia juga menduduki jabatan strategis di sejumlah organisasi. Diantaranya sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah (Deskranasda), Ketua PKK kabupaten Nganjuk, Bunda PAUD, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Nganjuk, dan Ketua Gerakan Pengentasan Gizi Buruk (Gentasibu).(Din/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close