Surabaya

Pelatihan Alih Kerja Solusi PHK

jatim.co Surabaya – Pelatihan Alih kerja dianggap mampu mengatasi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).  Semakin banyak jumlah pekerja yang terkena PHK membuat tingkat pengangguran semakin tinggi, Gresik sebagai kota industri ternyata juga memiliki permasalahan yang sama yaitu tingginya pengangguran dan kemiskinan yang ada di Kabupaten Gresik.

 

“Gresik menempati peringkat ke 22 se Jawa Timur sebagai daerah yang tinggi kemiskinan dan juga pengangguran,” kata Diah Prasasti Saptorini, Kabid Pelatihan dan produktivitas pekerja saat menyampaikan paparan terkait kebijakan dinas tenaga kerja Gresik pada  acara Pelatihan alih kerja korban PHK angkatan XIV 26/09/2016.

Artinya dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur posisi Gresik tidak begitu baik mengingat daerah ini terkenal sebagai kota industri yang terdapat pabrik berskala nasional beroperasi disini.

 

Hal ini sungguh ironi ernyata masih banyak putra daerah yang belum mendapat keaempatan unuk bekerja di daerahnya sendiri. Seperti yang disampaikan oleh Abdul Faqih salah seorang peserta dari daerah Mengare Gresik. “tiap saya melamar kerja selalu ditolak padahal harusnya pabrik lebih mengutamakan putra daerah”, katanya.

Oleh sebab itu salah satu upaya Pemkab mengentas pengangguran adalah dengan melakukan pelatihan alih kerja bagi korban PHK agar mereka mampu mandiri dan berkemauan untuk berusaha sendiri.

 

Pihak Disnaker  Kabupaten Gresik mengakui mengalami kesulitan untuk melakukan kontrol akan hal itu sebab memang tidak diatur dalam uu ketenagakerjaan. “itu memang jadi masalah bagi kami namun semua memang kembali pada kebijakan perusahaan yang ada di daerah terawbut” kata Diah Prasasti Saptorini. Namun Diah berjanji akan menindaklanuuti  hal ini dengan berkoorsinasi dengan kadisnaker dan intansi terkait”.

 

Selama ini pekerja yang masuak ke Gresik memang banyak yang dari luar kota seperti Lamongan Surabaya dan juga Sidoarjo,”Lanjutnya.

Permasalahan ini menjadi makin serius saat menghaapi MEA dimana para pekerja asing sudah banyak yang masuk ke daerah Gresik. Kalau putra daerah tidak mempunyai sikil yang mumpuni maka hal itu akan menyulitkan pekerja  tersebut untuk bersaing dengan pekerja dari luar Gresik. (Gunawan/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close