Umum

Lepas Penyu, Ritual Buang Sial

Jatim.co Tuban – Tradisi melepas hewan ke alam liar  atau Fang Sheng sangat erat dengan ajaran agama Buddha Mahayana Tiongkok. Tetapi ada makna yang tersirat dibalik ritual melepas makhluk hidup ini. Ritual yang digelar dengan melepaskan hewan hidup ke alam ini, dipercaya memiliki pengaruh bagi kehidupan dan keberuntungan. Biasanya, warga keturunan Tionghoa melepaskan hewan penyu, kura-kura, ikan, atau burung.
Seperti Salah satu umat Budha yang kebetulan membeli penyu untuk kebutuhan ritual di Kelnteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban  yang bersembahyang, Soni Agus Setiawan (32), warga Banyuwangi, ia mengatakan pelepasan penyu dilaut merupakan salah satu ritual khusus, Senin (19/09/2016).
“Memlih Penyu karena dipercaya sebagai suatu permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar diberikan umur panjang, keselamatan, dan menolak balak atau kesusahan” ujar  Soni.
Penyu di dapat Pengurus Kleteng Kwan Sing Bio dari nelayan yang kebetulan mendapatkan dan di beli pihak Klenteng.
penyu dilepaskan di Pantai depan Klenteng KSB di Jalan RE Martadinata,sabagai wujud membuang sial.
Menurut Hendra susanto Staf Pembaca Jiamsih (peramal) Klenteng KSB Tuban Mengatakan Ritual melepas penyu ada 3 maksud, pertama untuk membuang sial atau tolak balak,kedua pingin melepaskan saja,yang ketiga kaul atau untuk menepati janji dengan teman nya ketika urusanya sudah tercapai maka melepaskan penyu.
“maksud melepas penyu ada 3, tolak balak,iseng-iseng , yang ketiga kaul (menepati janji)” , pungkas Hendra. (Rochim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close