Berita DaerahNganjuk

Saksi Saling Lempar, Siapa Sebenarnya Inisiator Batik Nganjuk

Jatim.co Nganjuk, Sidang lanjutan kasus pengadaan seragam batik senilai 6M kembali di gelar hari ini di Pengadilan Tipikor Surabaya kamis (15/9).

Sidang yang mengagendakan penyampaian keterangan saksi- saksi atas keterlibatan sejumlah Pimpinan DPRD Nganjuk dan sejumlah pejabat Eksekutif
dalam proses pembahasan APBD Tahun 2015 untuk mengetahui siapa aktor dan inisiator proyek.tersebut.

Jianto Wakil ketua DPRD dari partai Gerindra mengaku, Dewan mengetahui terkait penganggaran mengikuti proses pembahasan serta menyetujui APBD Tahun 2015, namun pihaknya menolak jika di kaitkan dengan hal teknis pengadaan (batik)” tidak tau terkait hal itu, kita kan bukan bagian teknis ” Ujar jianto.

Sementara Bambang Eko selaku Bapeda dan Sekretaris TPAD dalam kesaksianya mengaku beberapa kali mengikuti rapat membahas anggaran APBD tahun 2015 dengan DPRD ” Saya ini kan bawahan Bupati, jadi ya patuh saja” Tegas Bambang dalam Kesakasianya.

Penasihat Hukum Masduqi, Mursyid Mudiantoro menjelaskan, kehadiran saksi pada persidangan sangat di butuhkan untuk mengurai siapa sebenarnya Inisiator dalam proyek pengadaan seragam batik, “saksi dihadirkan tujuannya untuk mengetahui siapa yang memiliki niat jahat atas tindak pidana korupsi kain batik, siapa yang melakukan perbuatan itu,” katanya

Mursyid menambahkan, menurutnya pada proyek pengadaan kain batik sudah jelas ada niat jahat di balik itu,”Mestinya dari awal di sebutkan ada rencana pengadaan, bukan tiba tiba di selipkan, jadi sudah jelas siapa inisiatornya” urai masyhuri.

Lebih lanjut Mashuri menambahkan, masuknya anggaran pengadaan kain batik diketahui tidak pernah ada dalam evaluasi Gubernur terkait APBD tahun 2015. Akan tetapi, menurut pengakuan Kepala Bappeda, Bambang Eko, masuknya anggaran itu adalah berdasarkan perintah dari Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman melalui hubungan telepon. “Evaluasi Gubernur itu sama sekali tidak membahas tentang mengadaan kain batik” pungkas Masyhuri mengutip penjelasan Bambang Eko Suharto.

Eko baroto selaku JPU menjelaskan berdasarkan fakta persidangan di temukan keterangan Dewan ikut berperan saat penganggaran,” Fakta persidangan kita temukan ada keterlibatan Dewan saat penganggaran”jelas Eko Kasi Pidum kejari Nganjuk.

Namun saat didesak awak media tentang kemungkianan akan segera memanggil Bupati Nganjuk Taufiqurrahman sebagai saksi dalam persidangan yang di sebut sebagai inisiator, Eko menjawab Diplomatis” kita kordinasikan dulu, Tunggu saja persidangan berikutnya,” pungkas Eko.

Berdasarkan pantauan, Dalam sidang kali ini di hadiri oleh empat unsur Pimpinan Dewan yakni Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Puji Santoso, dan ketiga wakil ketua yaitu Jianto, Ulum Basthomi dan Sumardi, sidang yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut juga menghadirkan saksi Kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk, Bambang Eko Suhato, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD), Mukhasanah, serta Asisten Administrasi Umum, Widarwari Dhalillah.

Berdadasarkan data yang di himpun,terkait dugaan permainan harga kain juga terungkap melalui pernyataan Masduqi, Kain yang semula di bandrol harga @ Rp 500ribu sempat di turunkan menjadi @Rp 250ribu” Kalau 500 ya kemahalan lah, 250 itu lebih terjangkau” ungkap Masduqi usai sidang perdana.

Lebih lanjut di temukan fakta baru tentang harga kain di ketahui Rp 115ribu yang terdiri dari empat potong bahan atau dua stel sehingga jika di hitung harga perpotong Rp 28.750.(din/j 1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close