Berita DaerahNganjuk

Kasus Batik Nganjuk Mulai Disidang

Jatim.co Nganjuk, Tiga dari empat tersangka kasus korupsi proyek pengadaan seragam batik bagi PNS di Nganjuk hari ini Kamis (8/9) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana  Korupsi Surabaya.

 

Tersangka yang sebelumnya sudah menjalani penahanan adalah Sekda Nganjuk nonaktif Masduqi selaku pejabat pengguna anggaran (PA) proyek, Edi Purwanto, Direktur CV Ranusa selaku pemenang lelang proyek seragam batik, serta Mashudi Suryo Saputro, Direktur CV Agung rezeki Surabaya selaku distributor rekanan CV Ranusa.

 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Anwar Risa Zakaria mengaku hari ini Pengadilan Tipikor Surabaya  telah  menjadwalkan sidang perdananya. Jajarannya sebagai jaksa Penuntut Umum dipastikan berangkat ke Surabaya dengan pengawalan ketat, “jika tidak mundur jadwalnya jam 09’00” tegas  Anwar.

 

Di singgung terkait teka-teki salah satu tersangka yang tidak ikut serta dalam sidang hari ini, Anwar menegaskan hal itu karena murni ada berkas yang harus di lengkapi ,

“Yang lain menyusul, karena ada materi berkas yang harus di lengkapi” imbuh Anwar sambil menyebutkan bahwa satu tersangka yang tersisa tersebut adalah Sunartoyo Direktur PT Delta Inti sela.

 

Lebih lanjut Anwar juga tidak berani berspekulasi terkait kemunkinan adanya tersangka baru, hanya menyebutkan,  jika dalam perkembangannya dalam  tahap persidangan ditemukan bukti yang cukup mengarah kepada keterlibatan pihak lain, menurutnya kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Nanti dengarkan saja apa isi materi dakwaan yang akan dibacakan jaksa di pengadilan,” pungkas anwar.

 

Untuk diketahui, proyek pengadaan seragam batik senilai Rp 6, 05 milyar ini sendiri sebelumnya dilaunching oleh Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Oktober 2015 silam di tengah acara pemilihan Kangmas Mbakyu Nganjuk 2015. Belakangan Kejari Nganjuk berhasil membongkar praktik kongkalikong korupsi yang dilakukan secara rapi, hasil kerjasama pihak internal Setda Pemkab Nganjuk dengan rekanan dalam proyek tersebut. Nilai kerugian negara ditaksir mencapai Rp 3 milyar lebih.

 

Di duga kuat rekayasa lelang telah direncanakan sejak tahap perencanaan, caranya Panitia pengadaan membuat intrik tertentu agar  spesifikasi barang yang mengarah kepada merk dan produk tertentu agar di arahkan kepada perusahaan yang kehendaki, juga melakukan mark up yang membuat harga barang jauh lebih mahal dari aslinya(din/j 1))

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close