BisnisNews

Biar Dapat Bersaing UMKM Kaum Difabel Didorong BerSNI

jatim.co surabaya –  Guna meraih legalitas dan standart nasional Indonesia kaum difabel di Surabaya terus berkarya dengan menciptakn berbagai inovasi melalui kerajinan tangan meski dengan keterbatasan yang mereka miliki.para pengrajin mengharapkan pemerintah lebih memperhatikan pekerja dari kaum difabilitas dengan mendirikan lembaga yang mengeluarkan legalitas sertifikat, sehingga hasil karya kaum difabel yang dijual di pasaran tidak lagi diragukan kualitas maupun mutunya oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

 

Memasuki pasar global atau masyarakat ekonomi Asean (MEA) sejumlah UMKM di tanah air terus melakukan peningkatan kualitas produknya. seperti pusat kerajinan tangan Tiara yang ada di Jalan Sidosermo Indah Surabaya Jawa Timur.meski mempekerjakan hampir 100 persen dari para kaum difabel yang mempunyai keterbatasan fisik namun hasil karya berupa kerajinan tangan mereka sudah tidak diragukan lagi.

Tempat usaha yang didirikan sejak tahun 1995 oleh Titik Winarti sering kali mendapatkan perlakuan tidak adil dari perusahaan, salah satunya dengan minimnya kuota yang disediakan untuk mereka. misalnya dalam setiap Job Fair itu kuota untuk kaum difabel hanya sebesar satu persen, itu pun hanya untuk formalitas. anggota DPR RI dari komisi 6 Bambang Haryo melakukan kunjungan ke UMKM Tiara Handicraft bersama dengan pihak BSN yang diwakili oleh deputi bidang sertifikasi  Erni ini terus memberi suport untuk tidak berhenti meningkatkan kualitas dan mutu produk kerajinan tangan yang dihasilkannya. sehingga dalam waktu dekat UMKM Tiara handycrat ini dapat diberikan sertifikasi SNI dari BSN.

 

Menurut anggota komisi 6 DPR RI Bambang Haryo wacana pemberian sertifikasi SNI ini sebagai bentuk dukungan kepada produknya agar dapat bersaing di pasar internasional, karena produk tiara handycraft telah banyak mendapatkan penghargaaan dari mancanegara.

 

Perwakilan deputi Badan Standarisasi Nasional (BSN) akan segera memonitoring kualitas dan sistem mutu Tiara handycraft untuk dapat didorong secepat mungkin mendapatkan sertifikasi SNInya. dan saya berharap proses sertifikasi SNI supaya tidak terlalu lama, serta nantinya dapat didukung semua persyaratan dilengkapi termasuk manajemen mutu. hal ini sebagai dukungan pada kebijakan dimana perijinan tidak boleh lebih dari 3 jam.

Perlu diketahui bersama bahwa produk yang dihasilkan oleh tiara handycraft merupakan karya dari kaum difabel yang kualitas dan kuantitas produknya tidak kalah bagusnya dengan karya orang normal. “saya berharap kesempatan ini bisa menjadi semangat dan motivasi kaum difabel sehingga mampu berkarya dengan maksimal dan menjadi kebanggan bangsa dan negara Indonesia” pinta Bambang Haryo, Kamis (11/8/2016). (joe)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close