Berita DaerahPekerjaSurabaya

Tolak Ominbus Law LEM SPSI Jatim Beri Solusi

Lebih dari 1000 orang massa Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa damai menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di depan Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan no.110 Surabaya, Selasa (28/07).

Sebagaimana surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa damai yang di tujukan kepada Kapolda Jawa Timur, cq Direktorat Intelkam no: 063/ORG/13.02.07.E/2020 bahwa acara aksi unjuk rasa damai juga meliputi pernyataan sikap, tuntutan, hearing dan selebaran. Juga di sampaikan dengan mematuhi protokol pemerintah tentang penanganan pandemi Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan memakai sarung tangan serta membawa hand sanitizer

Aksi unjuk rasa damai kali ini merupakan lanjutan aksi-aksi sebelumnya, sebelum pandemi Covid-19. Bahwa kenyataan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang terindikasi berusaha meloloskan RUU ini menjadi Undang-Undang memaksa semua elemen buruh/pekerja di seluruh Indonesia turun jalan menyuarakan pencabutan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

Setelah menunggu beberapa saat aksi damai yang dipimpin langsung oleh ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Timur, Ali Muchsin dan tim DPD hanya ditemui oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Himawan Estu Bagyo, yang berjanji akan menyampaikan tuntutan kawan-kawan FSP LEM langsung ke Presiden, DPR RI dan Kementerian, selain itu beberapa masukan positif untuk pemerintah daerah provinsi Jawa Timur juga akan di tindak lanjuti.

“Kami tidak hanya menuntut penolakan Omnibus Lawa, tapi kami juga memberikan solusi bagaimana caranya investasi dan ekonomi di Indonesia pada umumnya dan Jawa Timur pada khususnya yang lebih baik, yang pertama berantas korupsi, kedua tolak tenaga kerja asing, ketiga pemerintah mengupayakan pemberdayaan koperasi, keempat kemudahan akses UKM dan UMKM, kelima pemerintah diminta menggunakan MMT (Modern Monetary Theoey) yaitu mencetak uang berbasis proyek, agar negara tidak numpuk hutang terus, dan yang keenam atau terakhir, kami berharap pemerintah mau menerbitka e-rupiah” ,kata Ali Muchsin dalam pidatonya setelah pertemuan dengan Kadisnakertrans Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya Himawan menyampaikan pidatonya bahwa aspirasi kawan kawan LEM Jatim akan langsung kami sampaikan besok berproses ke tiga jurusan.

“Surat pertama di tujukan kepada Presiden, kemudian DPR RI dan surat yang ketiga ke Kementerian Tenaga kerja” , dijelaskan Himawan sekaligus menutup aksi kawan kawan LEM Jatim .

Massa aksi unjuk rasa damai akhirnya membubarkan diri sekitar jam 14.00 WIB, dan kembali ke daerahnya masing-masing. (kas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close