Berita DaerahMojokertoPekerja

Marsinah dan Perjuangan Buruh Masa Pandemi

Perjuangan buruh dari masa ke masa selalu sama yang dihadapi yaitu masalah klasik pengusaha nakal yang dilindungi oleh penguasa.

Modusnya juga sama hingga saat ini dengan memberikan upah murah pada buruh yang bekerja.Dan ketika ada buruh yang menentang pasti pengusaha nakal tersebut dengan kekuatan uangnya mampu membeli penguasa untuk mendukungnya.

Marsinah di jamannya berjuang memperjuangkan kesejahteraan bagi dirinya dan rekan-rekannya di lingkungan perusahaan tempatnya bekerja hingga pada akhirnya nyawanya diambil paksa oleh pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa karena Marsinah dianggap sudah sangat membahayakan perusahaan.

Perjuangan buruh masa pandemi saat ini juga terasa sangat berat.Di saat penguasa dan wakil rakyat memaksakan terus membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja Yang isinya sangat menyakiti hati buruh secara bersamaan pandemi Covid-19 datang mewabah.
Konsentrasi buruh pun akhirnya terpecah,antara berperang melawan RUU Omnibus Law Cipta Kerja atau berperang menghadapi pandemi Covid-19.

Celakanya penguasa dan wakil rakyat memanfaatkan situasi mewabahnya pandemi Covid-19 dengan terus membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Imbas dari pandemi Covid-19 juga berdampak sangat besar pada buruh.Banyak perusahaan terpaksa merumahkan dan mem-PHK karyawannya.

Buruh pun saat ini bertaruh nyawa dengan tetap masuk kerja seperti biasa ditengah maraknya wabah pandemi Covid-19 yang rentan menularinya.
PHK dan dirumahkan juga saat ini marak terjadi menimpa buruh imbas dari pandemi Covid-19.

Mati terpapar pandemi Covid-19 atau mati kelaparan karena ter-PHK merupakan dua pilihan sangat sulit dihadapi para buruh saat ini.

Hendri Gita Subiyakto bekerja di PT CORT INDONESIA kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close