Berita DaerahJakarta

Usai Diresmikan RS Darurat Wisma Atlit Diserbu Pasien

Darurat COVID 19

Setelah di resmikan Presiden RI Joko Widodo, Rumah sakit darurat khusus pasien COVID 19 di Wisma Atlit Kemayoran Jakarta langsung diserbu pasien. tercatat 102 orang mendaftar, sebanyak 31 orang dipulangkan. Kesehatan mereka dalam kondisi baik.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan ada 71 orang dirawat di RS Darurat Corona Wisma Atlet. 2 orang dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto karena kondisinya kurang baik.

Pembangunan rumah sakit darurat di wisma atlit, Kemayoran jakarta bukan untuk gagah-gagahan, namun trobosan pemerintah untuk mengatasi lonjakan pasien COVID 19.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bahwa wisma atlet diharapkan mampu mengatasi lonjakan jumlah masyarakat yang diduga terpapar corona.

“Keberadaan wisma atlet ini bukan berarti gaya-gayaan, tapi ini salah satu terobosan presiden untuk memastikan ketika ada kesulitan di lapangan, misal RS lain penuh, ini ada alternatifnya,” ujar Erick saat konferensi digital di Jakarta, Selasa (24/3).

Erick mengatakan peningkatan jumlah pasien di wisma atlet terjadi sejak pertama dibuka, dari 21 pasien menjadi 102 pasien per pagi tadi. Erick mengaku terus memonitoring situasi yang terjadi di wisma atlet.

“Saya terus pantau keadaan wisma atlet, saya juga cukup risau, manusiawi, ketika jumlah pasien dari 21 menjadi 102 pasien, ini saya juga belum cek lagi hari ini,” ucap Erick.

Sementara itu staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga juga menyatakan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, yang menjadi rumah sakit darurat untuk menangani pandemi Virus Corona akan kelabakan bila harus menampung sekitar 8.000 pasien positif Covid-19.

Hal itu ia sampaikan berdasarkan prediksi dari para pakar di ITB yang menyatakan kasus virus corona di Indonesia bisa mencapai 8.000 kasus.

“Jadi tidak semua bisa diserbu ke rumah sakit Wisma Atlet semua, kalau melihat peak-nya yang dikatakan kawan-kawan ITB sampai 8.000 sampai sekian, itu kita kelabakan juga,” kata Arya saat menggelar konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Selasa (24/3).

Dia pun menyatakan pemerintah akan melakukan distribusi pasien ke pelbagai rumah sakit berdasarkan derajat kondisi pasien.

Bagi pasien yang positif Corona namun masih sehat, kata Arya, pemerintah berharap mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara, pasien positif Covid-19 yang kondisinya parah akan dirujuk ke RS Wisma Atlet.

“Tapi yang memang parah sekali masuk RS Pertamina Jaya atau ke RS rujukan lainnya. Jadi ada tahapan-tahapan,” kata dia.

Diketahui, pemerintah sendiri sudah menyiapkan RS Pertamina Jaya sebagai RS rujukan pasien positif corona. (rep/cnn/dtc/tik)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close