BanyuwangiBerita Daerah

Cegah Penyebaran Covid-19, Pokmas Pemuda Tampo Semprot Desinfektan Lingkungan Secara Mandiri

Pewarta : Rizkie Andrie

Banyuwangi. Jatim.co – Guna mencegah penyebaran virus corona diseputar lingkungan tempat tinggal, kelompok masyarakat (Pokmas) Pemuda Arpas (Arek Pasar Simbar) dan Relawan Peduli Lingkungan (Rapel) Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, melaksanakan semprot desinfektan secara mandiri, Selasa (24/03/2020).

Puluhan anak muda ini berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Tampo sebagai titik awal persiapan. Bersama-sama dengan Babinsa, Babinkamtibmas serta Polsek Cluring kegiatan kali ini sekaligus digunakan sebagai sarana penyampaian himbauan dan informasi tentang pencegahan covid-19 dilingkungan desa Tampo.

“Merebaknya Virus Corona tidak hanya menimbulkan ketakutan, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk terus berusaha meminimalisir dampaknya. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah penyemprotan lingkungan sekitar secara mandiri seperti ini,” ujar Badarrudin, tokoh Pemuda Arpas.

Dia menambahkan, meski tanpa campur tangan dari Pemerintah Desa tapi hal ini tidak menyurutkan niat kami untuk berbuat yang terbaik bagi lingkungan. Tindakan sigap dan mandiri ini sebagai bentuk kepedulian kaum muda terhadap kasus virus corona yang melanda semua wilayah.

Sasaran penyemprotan desinfektan mandiri hari ini adalah sepanjang jalur utama desa Tampo meliputi dusun Krajan Simbar I dan Simbar II. Sarana prasarana warga juga tidak luput mendapat semprotan. Tidak kurang dari 2 liter cairan klorin dan karbol dibutuhkan sebagai bahan semprot dengan campuran 400 liter air yang disediakan dalam drum bekas minyak.

“Kami memiliki sejumlah pemuda yang siap dan tanggap menjadi relawan dalam menghadapi kondisi seperti ini, salah satu yang kita lakukan adalah koordinasi dan komunikasi dengan kelompok pemuda lain seperti Arpas ( Arek Pasar Simbar). Dan terbukti kita bisa berkolaborasi bersama,” cetus Supriyono, tokoh pemuda Rapel (Relawan Peduli Lingkungan) Krajan.

“Mengingat banyak tempat yang harus disemprot maka kita diputuskan melakukan penyemprotan secara mandiri, jika menunggu dari pemerintah desa belum tentu bisa secepat ini. Sebab sikap reaktif yang ditunggu-tunggu dari pemerintah desa juga tak kunjung datang,” imbuhnya.

Kegiatan ini sempat menyita perhatian masyarakat dan mendapat respon positif, layaknya pawai dengan iring-iringan mobil Polsek Cluring yang diikuti mobil pengeras suara yang menyampaikan himbauan dan informasi kepada warga kemudian dibelakangnya ada mobil pengangkut mesin semprot sebanyak 10 unit dengan kapasitas tangki masing-masing 20 liter.

Sementara itu, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Tampo menyambut baik semua usaha mandiri yang dilakukan oleh elemen masyarakat. Sebab dibutuhkan kesigapan dan kemauan usaha sendiri meski tanpa perlu uluran tangan pemerintah, dan yang terpenting tetap ada komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya. Selain itu, kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi desa atau wilayah lain.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close