Berita DaerahPekerjaSurabaya

Perlu Di Ingat 25 Ribu Buruh Akan Unjuk rasa 18 Maret

Setelah melakukan aksi pemanasan pada tanggal 11 Maret 2020 di bundaran Waru yang tergabung dalam Getol (Gerakan Tolak) RUU Omnibus Law Ciker (Cipta Kerja), pekerja/buruh yang tergabung dalam Gekanas (Gerakan Kesejahteraan Nasional) Jawa Timur akan mengadakan aksi besar – besaran pada tanggal 18 Maret 2020.
Gekanas Jawa Timur yang merupakan aliansi dari seluruh elemen serikat pekerja / serikat buruh yang ada di Jawa Timur akan mengerahkan massa sekitar 25 ribu pekerja / buruh.

Untuk memepersiapkan agenda tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (DPC FSP LEM) SPSI Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan manajemen aksi.
Rakor DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Sidoarjo digelar pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 bertempat di kantor sekretariat DPC Perum Puri Surya Jaya blok B-3/14 Gedangan – Sidoarjo yang dihadiri Pengurus DPC dan Tim (Tim Sosial Keagamaan, Tim Media Informasi, Tim Advokasi dan Tim Mokom) serta para Ketua PUK sektor LEM se Kabupaten Sidoarjo.

Dalam arahannya, Moh. Soleh (Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Sidoarjo) memaparkan langkah – langkah yang harus dilakukan dan dipersiapkan untuk aksi pada tanggal 18 Maret 2020.
” Dari rencana total massa aksi yang berjumlah 25 ribu, DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Sidoarjo harus menyiapkan massa aksinya sebanyak 1000 pekerja. Untuk itu saya instruksikan kepada masing – masing Pimpinan Unit Kerja (PUK) menyiapkan perwakilan sebanyak 10% dari jumlah anggotanya ” paparnya.
Moh. Soleh juga minta kepada massa aksi LEM tetap dalam satu komando dan massa aksi untuk berboncengan dengan 1 kendaraan (motor) membawa 1 bendera.

Sementara itu, Edi Supriyantono selaku Wakil Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Sidoarjo yang juga Korlap Aksi dan Wapangkorda. (Wakil Panglima Koordinator Daerah) BAPOR (Barisan Pelopor) Jawa Timur Memotivasi seluruh peserta rakor yang hadir bahwa hanya pekerja/buruh sendiri yang bisa menggagalkan RUU Omnibus Law ini akan dibahas di DPR.
” Aksi ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pilpres kemarin, tetapi ini gerakan murni dari pekerja/buruh untuk melawan kebijakan pemerintah yang nyata – nyata akan merugikan kaum pekerja/buruh dan juga elemen masyarakat yang lain ” tegasnya dengan ciri khas seorang orator.

Sebelum menutup rapat
koordinasi, Moh. Soleh mengecek segala persiapan yang dibutuhkan untuk melakukan aksi pada tanggal 18 Maret 2020 tersebut, diantaranya :

  • Kesiapan Mobil Komando (Mokom) beserta kelengkapannya
  • Kesiapan massa aksi dari perwakilan tiap – tiap PUK
  • Kesiapan bendera organisasi yang harus dibawa.
  • Menentukan titik kumpul.

Rapat Koordinasi DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Sidoarjo diakhiri dengan komitmen bersama untuk melaksanakan apa yang diinstruksikan oleh organisasi dan tetap dalam satu komando.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close