Berita DaerahPekerjaSurabaya

Aksi Pemanasan Tolak RUU Omnibus Law

Pewarta : Sumariyono editor : Sholikin

RUU. Omnibus Law sungguh meresahkan, bukan hanya pekerja atau buruh, tetapi juga meresahkan tata aturan alemen masyarakat yang lain.

Untuk itu aliansi dari beberapa eleman masyarakat :Pekerja atau buruh,Mahasiswa, Pemerhati lingkungan (Walhi) yang tergabung dalam GETOL (Gerakan Tolak) RUU. Omnibus Law Ciker (Cipta Kerja) menggelar aksi unjuk rasa untuk menentang pembahasan RUU. Omnibus Law.

Massa aksi aliansi yang berjumlah ribuan berkumpul di bundaran waru untuk menyampaikan tuntutannya.
Akibat dari unjuk rasa tersebut, terjadi kemacetan ke arah Surabaya baik dari Sidoarjo maupun dari arah Krian atau Mojokerto sepanjang hampir 5 km.

Presidium Getol RUU Omnibus Law Ciker secara bergantian melakukan orasinya.
Baik dari perwakilan pekerja atau buruh, perwakilan mahasiswa juga dari perwakilan pemerhati lingkungan (Walhi).
Tuntutannya hanya 1, yaitu cabut pembahasan RUU Omnibus Law Ciker dari DPR, karena tidak hanya merugikan pekerja atau buruh tetapi juga merugiksn aturan elemen masyarakat yang lain.
RUU Omnibus Law tidak hanya mengurangi hak – hak pekerja atau buruh seperti penghapusan UMK, penghapusan cuti haid, melegalkan pekerja kontrak serta penghapusan beberapa aturan dalam UU.13 tahun 2003, tetapi juga mempermudah investasi tanpa menghiraukan amdal dan juga penghapusan beberapa aturan di dunia perbankan.
Aksi hari ini sebagai pemanasan, kalau pemerintah tidak ada respon akan diadakan aksi yang lebih besar lagi pada tanggal 23 Maret 2020.

Edi Supriyantono, orator wakil dari SP LEM SPSI Jawa Timur yang juga Wapangkorda (Wakil Panglima Koordinator Daerah) BAPOR LEM Jawa Timur menyampaikan orasinya tentang adanya degradasi kesejahteraan pekerja atau buruh apabila RUU. Omnibus Law Ciker disahkan oleh pemerintah menjadi Undang – Undang.
” Untuk itu, aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh yang tergabung dalam Gekanas (Gerakan Kesejahteraan Nasional) Jawa Timur akan melakukan aksi seperti ini pada tanggal 18 Maret 2020, selain aksi yang akan digelar oleh Getol RUU Omnibus Law pada tanggal 23 Maret 2020 apabila pemerintah benar – benar tidak mau mencabut RUU tersebut dari pembahasan di DPR RI ” tegasnya.

Sesuai kesepakatan dengan pihak keamanan, akhirnya massa aksi bergeser ke arah frontage untuk memberi kesempatan kepada pengguna jalan yang lain setelah melakukan aksinya di bundaran waru selama lebih dari 2 jam.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close