Berita DaerahPolitikSurabaya

AJI Meradang Bawaslu katakan Bukan Pelanggaran : 3 Wartawan Senior Dukung Khofifah – Emil

jatim.co Surabaya – Adanya wartawan yang mendukung pasangan calon pada Pilgub Jatim 2018 yaitu tiga orang wartawan senior yakni Tatang Istiawan , Choirul Anam serta Jalil Latuconsina yang melakukan ajakan untuk memperjuangkan dan memenangkan pasangan Khofifah-Emil Dardak pada Pilgub Jatim 2018 menjadi perdebatan panjang dikalangan insan pers. Hal ini terkait independensi sang wartawan itu sendiri

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Surabaya merespon tegas sikap dan tindakan tiga wartawan senior yang menggelar acara deklarasi dukungan ke salah satu pasangan calon Pilkada di Jatim, karena dinilai telah mencederai semangat jurnalis karena melanggar kode etik.

“Menurut saya mencederai semangat jurnalis, karena di jurnalis itu tidak dikenal soal pengakuan senior, apalagi lantas memberikan dukungan kepada paslon di Pilkada,” ucap Farid Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Surabaya seperti dikutip dari Suarapubliknews

Menurut Farid, apa yang  dilakukan tiga wartawan senior itu bertentangan dengan surat edaran dari Dewan Pers tentang independensi juranlis di Pilkada.

“Kalau mau deklarasi dukungan di Pikada, harusnya dilepas status wartawannya, karena yang ketiban awu (terkena dampak-red) kita semua yang berprofesi sebagai wartawan,” tandasnya.

Tidak hanya itu, wartawan CNN Indonesia ini dengan tegas mengatakan jika acara deklarasi yang digelar tiga wartawan senior di Surabaya kepada salah satu paslon Pilkada Jatim tersebut melanggar kode etik jurnalistik.

“Sebenarnya, himbauan yang disampaikan itu tidak membuat aneh bagi masyarakat, karena independensi jurnalis selalu dipertanayakan di setiap plikada, apa yang telah dilakukan tersebut lebih kepada shawat politik, apalagi mereka maengaku senior, harus mereka bisa menjaga marwah jurnalis, karena untuk menjaga marwah itu dibutuhkan komitmen,” pungkasnya.

Diakhir paparannya, Farid meminta kepada tiga wartawan senior yang terlibat dalam deklarasi dukungan untuk salah satu pasangan calon Pilkada Jatim 2018, segera mundur dari statusnya sebagai wartawan.

“Silahkan mundur jadi wartawan, kalau mau nyalon atau dukung salah satu paslon,” imbaunya.

 

Sebelumnya ketiga wartawan ini deklarasi secara terang-terangan mendukung Khofifah-Emil. Namun demikian deklarasi yang digelar ini tidak nampak gambar atau foto Khofifah dan Emil yang didukung di sekitar arena deklarasi. Tak hanya backdrop, ketiga wartawan senior itu juga tidak memakai kaos cagub dan cawagub yang didukung.

Tatang pun menjelaskan, meski tanpa atribut verbal mendukung Khofifah-Emil namun dirinya bersama dua wartawan senior, all out mendukung pasangan nomor urut 1 itu.

“Tidak harus vulgar. Apalah arti sebuah gambar. Kita akan mengawal value lima tahun mendatang. Kalau kita memakai atribut Khofifah-Emil, seolah kita kaki tangannya,” tegasnya seperti dilansir portaltiga.

Sementara itu,  Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi, mengatakan bahwa deklarasi dukungan yang dilakukan oleh wartawan bukanlah bentuk dari pelanggaran. “Karena mereka ini kan juga punya hak pilih. Jadi tidak ada masalah dengan itu,” katanya ketika dihubungi pada hari Rabu (4/4/2018).

Hanya saja, Aang menggarisbawahi bahwa produk-produk jurnalisme dari setiap wartawan memiliki kewajiban untuk berimbang serta tidak memihak.

“Sebagai individu, mereka punya hak pilih. Tapi, sebagai insan media mereka wajib juga memiliki profesionalisme dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan,” jelasnya seperti dikutip dari beritajatim. (spn/bjt/on)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close