Berita DaerahPolitikSurabaya

Relawan Khofifah Emil Sebar Balon Libatkan Anak-anak. Pelanggaran Kah?

Jatim.Co Surabaya, Peraturan dibuat untuk dilanggar mungkin kalimat itu yang pantas diberikan kepada salah satu tim relawan yang memanfaatkan kegiatan Car Free Day, di Taman Bungkul Surabaya.

Larangan kampanye di difasilitas pemerintah yang dibiayai APBD tak digubris oleh salah satu relawan pendukung pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Diduga kuat pelanggaran kali ini dilakukan oleh relawan pasangan nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Temuan dugaan itu, terlihat dari atribut yang dibawa puluhan muda mudi dengan mengatasnamakan Komunitas Pemuda PAKHEM, mereka menggelar aksi di depan Taman Bungkul dengan membawa standing banner yang terkesan berisi pesan ajakan mencoblos pasangan nomor urut 1, Khofifah Emil.

Pada standing bannner berukuran kecil memanjang ke bawah itu, bertuliskan Ojok sampek kepecah perkoro bedo pilihan, sopo wae pilihanmu Jatim kudu tetep SIJI, Lek Setuju, Ayo Toss Rek!!!. Dibawah tulisan itu, tertulis nama Pemuda PAKHEM. Kalimat SIJI atau Satu bisa dimaknai atau identik dengan nomor urut satu pasangan calon gubernur Khofifah-Emil.

Dugaan komunitas ini mengarah sebagai pendukung Khofifah-Emil semakin kuat dari undangan tertulis yang disebarluaskan ke wartawan via WA. Dalam undangan itu tertulis mengundang rekan-rekan pers untuk dapat meliput program Social Experiment Pemuda PAKHEM (Pemenangan Khofifah – Emil) dengan tema Budoyo Rukun, di Car Free Day Darmo, Minggu, (1/3/2018) pukul 07.00 WIB.

Dugaan pelanggaran kampanye terselubung ini dilakukan puluhan pemuda PAKHEM yang menggelar aksi dengan peran satu pemuda bertugas sebagai orator dengan menutup matanya mengenakan kain hitam dan membawa mikrofon. Satu perempuan membawa puluhan balon berwarna-warni.

Selain itu rekannya, ada yang pura-pura bertanya lalu ikut membubuhkan tanda tangan. Setelah tanda tangan, pemuda tersebut melakukan tos kepada pemuda yang matanya ditutup dengan kain itu.

Sambil berorasi, pemuda itu mengajak warga yang menonton aksi ini untuk membubuhkan tandatangan di atas kain putih yang dibentangkan di atas aspal jalan. “Ayo yang mau tandatangan akan dikasih balon,” teriaknya.

Spontan puluhan warga yang menyaksikan aksi ini, tertarik untuk ikut membubuhkan tanda tangan. Sayangnya, yang bertanda tangan kebanyakan anak-anak dibawah umur. Mereka berebut tanda tangan hanya karena ingin mendapatkan balon.

Menurut yeni salah satu warga”Lumayan katimbang beli mas,” anak berusia 7 tahun. Dia datang ke Taman Bungkul bersama orang tuanya untuk menikmati suasana Car Free Day di sepanjang jalan Raya Darmo.

Koordinator aksi, Ahmad Tufel mengaku menggelar kegiatan ini tanpa pemberitahuan kepada KPU Jatim dan Bawaslu Jatim. Mereka beranggapan sudah mengetahui aturan kampanye, sehingga tidak perlu meminta izin kepada penyelenggara pilkada.

“Kita sudah tahu aturan kampanye tidak boleh memasang atribut, mengajak orang mencoblos salah satu calon di Car Free Day. Dasar kita ya itu, tidak bawa atribut dan ajakan mencoblos calon,” ujanya.

Yang dikampanyekan dalam aksi kali yakni bukan Khofifah-Emil, melainkan persatuan dan kesatuan. Setelah pilkada, para pendukung calon harus punya pemikiran berpolitik. Siapapun gubernurnya, harus tetap bersatu.

“Pasca pilkada, masyarakat khususnya pemuda ini apatis atau tidak berpolitik. Kalau pemuda sudah apatis berpolitik, nanti siapa yang mengurus negara,” imbuhnya sembari menyebut nama PAKEM memiliki kepanjangan Pemuda Khusus Era Milenial.(joe)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close