News

Hasil Investigasi Nice, Pelaku Kurang Percaya Pada Pemerintah

Investigasi yang dilakukan pada penyerangan dengan menggunakan truk menunjukkan kalau pelaku telah merencanakan serangan tersebut beberapa hari sebelum perayaan hari Bastile dan dia tidak terlalu lama tertarik pada ajaran Islam radikal, Jaksa penuntut di Paris Francois Molins mengatakan pada Senin, hal itu menunjukkan bahwa dia tidak melakukan serangan tersebut berdasarkan ajaran radikal agama.
Lebih lanjut Molins mengatakan kalau pelaku penyerangan telah merencanakan aksinya 2 minggu sebelum penyerangan dilakukan, Mohamed Lahouaeij Bouhlel mengajukan pinjaman uang yang banyak pada bank namun ditolak, kemudian dia menguras tabungannya dan menjual mobilnya. Dia juga menggunakan internet untuk mencari informasi pelaksanaan festival di Nice dan mematangkan rute yang akan dilalui untuk melakukan serangan 2 hari sebelum hari perayaan dilaksanakan. Pada tanggal 4 Juli dia menyewa truk yang digunakan melakukan penyerangan di tengah kerumunan massa, dan menewaskan 84 orang, tambahnya.
Meskipun dari hasil investigasi tidak ditemukan data yang mendukung adanya hubungan dengan ISIS atau pentolan ISIS, … Dia (Bouhlel) menunjukkan ketertarikan pada gerakan radikal yang di kenal dengan nama jihad. Molins
Pada saat ribuan orang berkumpul di pantai selatan kota pada senin untuk menghormati para korban, hujatan dan cemoohan diteriakkan pada 2 pemimpin Perancis yaitu Presiden dan Perdana Menteri agar mundur dari jabatannya.
Dari hasil pooling yang dilakukan setelah peristiwa ini menunjukkan tingkat kepercayaan rakyat pada pemerintahan Presiden Hollande dalam menangani permasalahan terorisme mengalami penurunan.
Pelaksanaan pemilihan Presiden yang kurang dari setahun, lawan lawan politik yang selama ini berseberangan dengannya diminta untuk menahan diri dan tidak membuat komentar atau kritik dengan memanfaatkan situasi saat ini terhadap pemerintahan Hollande.
Perseteruan antara para politikus sempat terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi setelah penyerangan yang terjadi di Paris pada akhir November yang salah satunya terdapat pada surat kabar Charlie Hebdo pada Januari 2015 merupakan fakta yang telah terjadi di Perancis.
Para pemilih tidak menyukai apa yang dilakukan para politikus dengan saling berkomentar untuk menyudutkan salah satu pihak dimana masih banyak korban yang belum bisa diidentifikasi atau belum dikubur akibat serangan truk kamis kemarin.
Saya minta para politikus menahan diri saat darah para korban masih belum kering di jalanan Promenade untuk tidak mulai dengan mengatakan hal yang tidak jelas dan mencari cari kesalahan. Stephane Bebert pengunjung upacara. (Gunawan/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close