NewsTrenggalek

Prihatin Awali Belajar Di Kelas Darurat

jatim.co – Kisah pilu pada hari pertama masuk sekolah  pasca libur panjang lebaran para siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar SD Negeri 1 Bendoroto, kecamatan Munjungan kabupaten Trenggalek ini justru harus merasakan ketidaknyamanan saat harus menjalani proses belajar mengajar, pasca bangunan sekolah rusak parah diterjang banjir.

Tahun ajaran baru 2016-2017 akan menjadi ingatan mendalam dalam benak tunas –tunas bangsa ini, mereka harus belajar disekolah darurat,karena sekolahan yang lama telah hanyut terseret banjir sepekan yang lalu. saat ini mereka harus belajar diruang yang sepit gelap dan juga pengap.bahkan siwa harus duduk berjubelan karena terbatasnya bangku dan meja belajar ,sedangkan sebagian siswa lainya memanfaatkan teras rumah warga untuk belajar.

Untuk nyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah harus meminjam sejumlah perangkat penunjang , seperti bangku,papan maupun buku ke sejumlah sekolah lain yang ada di kecamatan munjungan.

Menurut Sukemi , kepala SD Negeri 1 Bendoroto  pihkanya belum bisa memastikan sampai kapan para siswa ini akan menghuni sekolah darurat ,karena tergantung kebijakan pemerintah daerah untuk menyediakan gedung sekolah baru.untuk kegiatan belajar mengajar saat ini merupakan upaya warga bersama pihak desa setempat.

“ pemerintah desa dan warga berusaha mewujudkan satu ruang tero yang bisa menampung dua kelas dan satu lagi numpang dirumah penduduk digunakan dua kelas”jelasnya

Sementara itu sejumlah siswa mengaku tidak kurang nyaman belajar di sekolah darurat karena ruangannya sempit dan harus berbagi dengan kelas-kelas yang lain.

”enak belajar disekolah yang lama,disini ngak enak sepit, pengen belajar disekolahan yang baru” ucap Dilla siswa kelas empat.

Para siswa dan orang tua berharap segera dibangunkan sekolah yang baru,sehingga aktifitas belajar mengajar bisa kembali normal dan seluruh siswa danpat menuntul ilmu dengan aman dan nyaman.

sebelumnya banjir bandang menerjang wilayah kecamatan munjungn sepekan yang lalu banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai plapar tersebut menghanyutkan tujuh ruang s-d negeri satu bendoroto selain gedung sekolah sejumlah perangkat pembelajaran juga ikut hilang terseret banjir dari total 11 ruangan kini hanya tersisisa dua ruang saja yang masih ada. (Agus W/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close