Berita DaerahNewsSurabaya

Ternyata Doly Masih Aktif. Beberapa PSK Terjaring Di Bulan Ramadhan

jatim.CO Surabaya Petugas gabungan semalam mengerebek prostitusi di eks lokalisasi dolli yang ternyata masih beroperasi secara sembunyi sembunyi saat bulan suci ramadhan. Dari pengerebekan ini petugas berhasil mengamankan 2 pekerja seks komersial dan seorang pria yang diduga berperan sebagai mucikari serta puluhan alat kontrasepsi di wisma dollywood. Terungkapnya prostitusi dolli saat bulan suci ramadhan ini menandakan tidak seriusnya pemerintah kota surabaya dalam mengawasi eks lokalisasi dolli atau terkesan melakukan pembiaran.

Suasana pengerebekan di wisma dollywood di kawasan eks lokalisasi dolli yang dilakukan unit pelindungan perempuan dan anak ppa polrestabes surabaya dibantu satpol pp kota surabaya. dua pekerja seks yang masih berusia belia ini tak berkutik setelah tertangkap basah melayani pria hidung belang di dalam kamar wisma di saat bulan suci ramadhan. selain mengamankan 2 pekerja seks komersial petugas gabungan juga menginterogasi dua pria yang diduga berperan sebagai mucikari. namun sayangnya saat diinterogasi seorang mucikari berhasil kabur melewati puluhan petugas gabungan yang terkesan setengah hati melakukan operasi pengerebekan. menurut kasubag humas polrestabes kompol lily djafar selain mengamankan dua pekerja seks dan seorang mucikari dalam pengerebekan ini petugas menemukan puluhan alat kontrasepsi yang tergeletak di atas kursi wisma.

modus yang dilakukan para makelar dan mucikari untuk mencari pelanggan di saat bulan suci ramadhan ini yakni menawari setiap pria yang melintas di gang dolli. setelah melakukan transaksi untuk tarif psk dengan kisaran 400 sampai 750 ribu dan disepakati kedua belah pihak baru pria hidung belang diantar ke wisma yang berada di belakang untuk menghindari pantauan petugas. untuk proses kepentingan penyelidikan lebih lanjut kedua psk dan seorang mucikari ini langsung digelandang menuju polrestabes surabaya. terbongkarnya prostitusi terselubung di bekas lokalisasi dolli terbesar di asia tenggara ini menandakan tidak seriusnya pemerintah kota dan pihak muspika dalam memberantas dan menekan angka prostitusi hingga terkesan melakukan pembiaran seperti yang terjadi di dolli.(joe/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close