Gaya HidupNews

Ada Bank Makanan Penyakit Diabet Malah Meningkat

Jatim.co Ini cerita dari negeri Amerika, Lola Lathon tidak mampu membeli sayuran segar atau daging yang ada di swalayan. Sebagai gantinya dia memakan makanan yang murah seperti nasi dan kentang dan biasanya akan digunakan selama beberapà hari sebelum uangnya habis karena dia membutuhkan uang untuk tambahan modal usahanya.
Ini bukan satu usaha yang ideal untuk diet bagi wanita yang memiliki tinggi 5 kaki 2 inci dengan berat 112 kg dan memiliki penyakit diabet tipe 2. Dan tidak habìs pikir bagaimana dia bersama anaknya datang ke tempat pengumpulan makanan di Houston
“Kami hanya bisa melakukan itu,” kata Nyonya Lathon, 56, yang bekerja sebagai tekhnisi di departemen kesehatan. Beberapa waktu yang lalu, tempat pengumpulan makanan menyediakan makanan bagi yang membutuhkannya seperti makanan kaleng dan juga irisan kentang. Tetapi apa yang dia dapatkan saat ke tempat tersebut cukup mengejutkan: tomat kuning, mentega, selada dan potongan kaktus. Saat dilakukan pengecekan kadar gula darah ternyata sangat tinggi.”Setelah itu saya berubah”, kata Nyonya Lathon.
Mengutip dari New York Times, Banyak orang yang bergantung pada makanan di tempat pengumpulan makanan seperti Nyonya Lathon yang mengalami kegemukan dan diabet, namun tidak terdata. Pada tahun 2014, Feeding America, organisasi sosial kemanusiaan manyatakan sepertiga dari 15,5 juta ibu rumah tangga yang menjadi angotanya mengidap penyakit diabet. Memakan makanan yang tidak teratur makin memperburuk penyakit itu, dan juga pendapatan para penderita cukup rendah.
Orang orang harus membangun kembali. Sekarang penelitian dimulai untuk menemukan metode baru dalam menghadapi penyakit diabet tipe 2 yang diderita oleh orang yang mempercayakan ksehatannya pada tempat pengumpulan makanan. Lebih dari 1 dolar dikeluarkan setiap 10 dolar yang keluar dari kesehatan nasional yang berhubungan dengan diabet dengan segala kegiatannya menurut laporan Asosiasi Diabet Amerika. Termaauk didalamnya penyakit kebutaan, amputasi dan penyakit komplikaai lainnya.
Kasus diabet baru, beberapa waktu yang lalu, terjasi di Amerika pada 1 Desember 2015, “Jika ada sesuatu yang pwnting bagi penderota diabet disamping melakukan pengecekan kadar gula darah adalah pola makan yang dijaga,”kata Dokter Hilary K. Seligman, Profesor pengobatan dari Universitas California, San Fransisco.
Paa suatu sore di awal tahun, Nyonya Lathon menunggu di tempat penyimpanan makanan di Houston untuk mendapatkan asparagus, tilapia dan selada yang menjadi makanan menyehatkan baginya.
Dia sekarang memakan salad dengan sayur sayuran dua kali sehari yang sebelumnya sekali sebulan. Dia jalan jalan selama 15 menit setiap hari dan melakukan pengecekan gula arah secara teratur. Dia berhasil menurunkan berat badan. “Berat badan saya turun,” dia berkata.
Pada tahun 2014, 17,4 juta ibu tumah tangga membeli makanan yang tidak sehat untuk keluarganya, berdasar laporan Departemen Pertanian.

Kebanyakan mereka mempercayakan pada tempat pengumpulan makanan untuk makan bersama keluarganya. Makanan yang tidak sehat berarti memakan tanpa pola dan sembarangan tergantung jumlah uang dikantong, sebagi contoh, orang tua mungkin mampu membeli makanan olahan tepung bersama anaknya unuk satu hari sehingga anaknya dapat makan 2 makanan tepung. Rasa lapar membuat keluarga ini tidak peduli dengan pola makan.
Menurut penelitian memakan makanan yang tidak sehat tidak bisa mengontrol diabet. Diet merupakan satu hal yang sulit dilakukan: makanan yang murah lebih disukai oleh orang walaupun makanan itu rendah kalori dan kaya akan karbohidrat, yang membuat mengalami obesitas dan diabet tipe 2. Bahkan walaupun tempat pengumpulan makanan itu dibuat untuk penderita diabet, mereka tidak akan siap untuk mengeluarkan ongkos.
Sebagai tambahan, beberapa obat diabet sudah ada yang dimasukkan dalam unsur makanan. Tapi bagaimana orang akan memakannya tanpa mengetahui jenis makanan itu?
Orang dengan penghasilan rendah memiliki kadar gula yang rendah saat periksa di rumah sakit sebaliknya orang kaya memiliki kadar gula yang tinggi pada akhir bulan, saat belanja akhir bulan mau habis, menurut penelitian di California. Langkah pertama, sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan Asosiasi Diabet Amerika meminta klinik kesehatan untuk bertanya pada pasien tentang makanan yang tidak sehat dan bagaimana mengatasinya.
Bagi penderita diabet, “stres akan terjadi dan siapa saja dapat mengalaminya,” kata Margaret Powers, Presiden Asosiasi kesehaan dan pendidikan. “Jika kita ingin sehat tapi tidak keluar banyak uang, maka perlu adanya pendidikan bagi orang yang memakan makanan yang tidak sehat,” sambungnya.
Beberapa makanan sehat yang tersedia di supermarket: pembeli memilih apa yang ingin mereka makan. Sementara makanan yang ada di tempat pengumpulan makanan di Houston terdapat susu, teh, roti yang hampir kadaluarsa, makanan kaleng, daging.
Dr. Seligman dan mahasiswanya di Universitas Califonia San Fransisco bersama salah satu perusahaan makanan Amerika melakukan penelitian acak terhadap pasien atas dua hal yaitu diet dan diabet tipe 2. Penelitian diawali denģan pertanyaan apakah mereka ingin melakukan pengecekan terhadap kadar gula darah, dan kalau hasilnya tinggi maukah mereka mengikuti program penurunan kadar gula dalam 6 bulan. Bagi mereka yang mengikuti program ini, staff kami akan mengambil beberapa makanan, katakan tidak pada makanan kaleng dan kagakan ya pada asparagus dan sele kacang. Para peserta memilih makanan dua kali dalam sebulan. Mereka juga akan akan mendapatkan bimbingan khusus, kelas tentang pengaturan penyakit diabet, dan melakukan pengecekan kadar gula secara teratur.
Hasilnya ternyata cukup menjanjikan. Dari hampir 700 peserta yang ikut program ini di Texas, California dan Ohio yang dipublikasikan oleh majalah kesehatan akhir November lalu, peserta dengan kadar gula paling buruk setelah mengikuti metode ini relatif stabil dalam waktu singkat.
Adela Padron 64 tahun, pensiunan sopir bus, mengambil makanan sebulan sekali di tempat penyimpanan makanan di Corpus Cristian Texas dan menyampaikan keluhannya pada Georgiana Bradshaw seorang perawat disana. “Dengan penuh harap Nyonya Padron meminta agar kadar gula dalam tubuhnya dijaga agar tetap normal dan dia akan berobat disini,” kata perawat itu. Setelah berobat dengan sunguh sungguh A1c – alat pengukur kadar gula – mengalami penurunan kadar gula dari 13,5 persen menjadi 7,5 persen ( angka dibawah 5,7 persen merupakan angka normal bagi orang sehat ).
Tapi tidak semua orang mau berubah. Bruce Cook 61 tahun seorang veteran perang yang juga ikut dalam program itu, setelah memakan sayur sayuran dan wortel yang merupakan program penyakit diabet, dia kembali pada hari berikutnya dengan membawa sebatang coklat dan dan masakan M&M dari masakan umum. “Saya tahu apa yang dianjurkan untuk dimakan atau tidak tapi saya tetap makan apa yang saya inginkan,” katanya.
Sayangnya tempat pengumpulan makanan merupakan tempat yang ideal bagi penderita yang tidak mengontrol penyakit diabet. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi sebagaian orang terutama orang yang sudah tua dan pengangguran. Sebagian dari mereka berobat ke rumah sakit, namun beberapa dokter meminta pasien agar menjaga pola makan..
“Pilihan yang kamu buat berganting pada pilihanyang kamu punya, termasuk dengan menjaga kesehatan kadang kita lupa untuk menanyakan pilihan orang orang itu,” kata Dr. Robert L. Ferrer, wakil ketua penelitian di departemen keluarga dan komunitas kesehatan Universitas Texas ilmu kesehatan di San Antonio. Dua per tiga dari pasien Ferrer mengatakan padanya bahwa mereka kehabisan uang untuk belanja makanan setiap bulan, dia mulai melakukan studi di tempat pengumpulan makanan bagi pasien yanb menderita diabet tipe 2 untuk melihat apakah saran dan juga resep yang diberikan ke pasien digunakan untuk penyembuhan penyakitnya. Namun bagi pasien dengan penghasilan rendah saran dan resep tidak pernah merek gunakan.
3 bulan setelah mengikuti program di Houston, Nyonya Lathon mengalami penurunan berat badan hingga berkurang 10 kilo dan kadar gula darah juga turun. Tetapi dia memerlukan penanganan serius untuk menjaga kadar gula dan membakar lemak yang ada di lengan. Kadar gula darah akan naik secara signifikan jika orang penyakit diabet mengalami stres atau terkena penyakit. Dan dia menyelesaikan program diabet yang diaadakan di tempat pengumpulan makanan di Houston.
Dia tidak yakin selanjutnya bagaimana. “Saya suka dengan program ini yang menjagaku untuk tetap hidup,” di menambahkan. (NY/gun/tik/j2)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close