LumajangNews

Ombak Tinggi Di Lumajang Putus Akses Jalur Watu godeg

jatim.co Lumajang  Gelombang  setinggi 3 meter  terus menerjang pantai selatan Lumajang. Ombak deras ini, sejak sepekan terakhir terus- menerus menggulung pesisir pantai yang mampu memutus  akses jalan penghubung dua wilayah Kecamatan di jalur Watu godeg. Bahkan gunungan pasir sebagai penahan ombak alami di wilayah pesisir Dusun Meleman, Desa Wotgalih yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Jember, terkena abrasi.

Wawan Hadi Siswoyo Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lumajang kepada wartawan  Rabu (1/6/2016) mengatakan, gunungan pasir setinggi 3 meter yang disebut pusung oleh warga setempat, tergerus abrasi akibat gelombang pasang yang terjadi sejak sepekan terakhir.

“Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena gunungan pasir selebar 200 meter ini merupakan tanggul alami yang menghindarkan lahan pertanian dan permukiman warga terdampak gelombang pasang laut selatan,” katanya.

[google_map][/google_map]

Akibat ombak yang menerjang tak terbendung lagi, puluhan hektar lahan pertanian yang ada di dekat pantai pun jadi tergenang air pasang laut. Bahkan, masih menurut Wawan Hadi Siswoyo, personel TRC BPBD Kabupaten Lumajang juga belum bisa mendekat ke lokasi gunungan pasir yang terkena abrasi. Pasalnya, terjangan ombak dari gelombang pasang yang terjadi sangat kuat. Sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan dari jarak agak jauh.

“Sesuai prakiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) sebenarnya saat ini gelombang pasang seharusnya mereda. Namun dimungkinkan terjadi anomali hingga menyebabkan cuaca ekstrem. Semoga saja, ombak tinggi segera mereda,” ujar Wawan ketika memberikan penjelasan.

Untuk penanganan akibat terkikisnya gunungan pasir penahan ombak ini, BPBD Kabupaten Lumajang akan mengadakan koordinasi lanjutan setelah ombak mereda. ” dimungkinkan nanti akan dilakukan pengerukan hingga kondisi gunungan pasir dikembalikan seperti semula atau  akan dikaji lebih lanjut terkait penanganan pasca abrasi ini,” kata Wawan Hadi Siswoyo.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close