News

Bapak Tiri Bejat Kok Belum Di Proses

JATIM.CO Surabaya Is, remaja putri berusia (15) tahun asal Waru, Sidoarjo, akhirnya mendatangi Polrestabes Surabaya. Hal ini dilakukan, lantaran ayah tirinya yang mengadopsi dia, tidak ditahan. Padahal, ayah tirinya sudah melakukan pencabulan terhadap dirinya. Bahkan, berkasnya sudah P21, di Kejaksaan Negeri Surabaya.
Namun, kedatangannya di Polrestabes Surabaya, tak berhasil menemui kapolres, dan ditemui wakasat reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Manang Subekti.
“Sebenarnya sudah kita lakukan penahanan, tapi kan ada batas waktunya. Masalahnya berkasnya itu oleh Kejari dikembalikan (P19) sampai 4 kali. Dan baru P21 april kemarin.” tegas Kompol Manang.
Kompol Manang menegaskan, dalam hal ini polisi sudah berupaya melakukan jeratan hukum, namun pihak Kejari justru mengembalikan berkasan lantaran tidak ada saksi.
“Kan nggak mungkin ada saksinya kalau perkosaan. Anak saya itu korban sekaligus saksi sendiri. Visum juga sudah ada. Sekarang sudah P21. Kalau nggak ditahan, saya khawtir dia kabur.” ujar ibu kandung Is.
Diketahui, Is terlahir dari keluarga miskin. Sejak usia tiga tahun, ibunya harus pergi menjadi TKI. Sementara, ia terpaksa diadopsi oleh seorang laki-laki bernama Yudi Alfian Afianta, alias Bili, usia 41 tahun dan tinggal di Jalan Tales, gang Langgar, Surabaya.
Nah, pada usia 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD, Yudi mulai berulah. Is dipaksa melayani nafsunya. Jika, menolak, Is selalu mendapat siksa.
“Saya ditendangi, bahkan dipukuli. Bahkan diancam kalau melapor.” kata Is.
Kejadian itu berlangsung selama dua tahun. Is menjadi budak nafsu ayah angkatnya sejak kelas 4 sampai kelas 6 SD.
Hingga pada suatu ketika, Is merasa tak tahan dan lari ke ibu kandungnya dan melaporkan ke Polda Jatim.
Kini, Is berharap bahwa pelaku bisa dijerat semaksimal mungkin. Sebab, sejak peristiwa itu, Is tak lagi bersekolh karena trauma dan malu.(joe)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close