Bisnis

PT PAL Ekspor Perdana Kapal SSV1

Jatim.co Surabaya PT PAL Indonesia (Persero) melakukan ekspor perdana kapal perang strategic sealift vessel “BRP TARLAC (LD-601)” senilai US$90 juta atau sekitar Rp1 triliun lebih. Kapal itu dipesan Kementerian Pertahanan Filipina.

Pengiriman perdana dilakukan di Dermaga, Divisi Kapal Niaga, PT PAL Surabaya, Minggu (8/5/2016).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian, Menteri Agaria dan Tata Ruang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Informasi dan Komunikasi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Anggota DPR RI Komisi VI, Gubernur Jawa Timur, Dewan Komisaris dan Direksi PT PAL Indonesia.

“Kapal SSV dibuat melalui tender Internasional, dan PT PAL Indonesia menyisihkan peserta tender lainnya dari delapan negara,” ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia, Firman.

Kapal ini akan berlayar ke Filipina selama lima hari, dan dijadwalkan diserah terimakan kepada Kementerian Pertahanan Filipina pada 13 Mei 2016 di Filipina.

Nama Kapal SSV1 “BRP TARLAC  (LD-601)” TARLAC merupakan nama provinsi kelahiran Presiden Filipina, Benigno Aquino. Tahapan produksi kapal meliputi, first steel cutting pada 22 Januari 2015, Keel Laying pada 5 Juni 2015.

Kapal SSV merupakan pengembangan dari kapal pengangkut jenis landing platform dock (LPD) yang didesain dengan panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, kecepatan maksimal 16 knot dengan ketahanan berlayar 30 hari. Pembangunan LPD merupakan transfer teknologi bersama galangan Korea.

Kapal ini mempunyai spesifikasi Length Over All: 123 meter, Breadth: 21,8 meter, Draft: 5 meter, Displacement: 7200 ton, Range: 9360 nm, Max person on board: 621 person, Max speed    : 16 knots.

Dalam sambutan pelepasan Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji keberhasilan PT PAL Indonesia yang menyelesaikan pembangunan kapal ini tepat waktu.

“Pelepasan Kapal SSV1 pesanan Filipina ini, menjadi bukti Indonesia bisa lebih baik. Asalkan kerja serius dan fokus. Selesainya kapal ini wujud nyata kemampuan PT PAL Indonesia, yang di dalamnya gabungan orang-orang serius dan teknologi, yang diakui secara global,” ujar Jusuf Kalla.

Dia mengharapkan keberhasilan ini dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia, serta mampu diikuti oleh kemampuan industri dalam negeri agar dapat meningkatkan konten lokal, yang digunakan dalam pembangunan kapal lainnya.Ke depan lanjut Jusuf Kalla, PT PAL Indonesia harus bersaing ketat dalam tender pengadaan kapal perang di Filipina dan peluang ke negara-negara lainnnya. (J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close