NewsTulungagung

Kemenkes Turunkan Tim Pantau Virus JE Di Tulungagung

Jatim.co Mengantisipasi merebaknya virus japanese encephalitis (JE) yang bisa menular dan menyerang saraf otak manusia, Kementrian Kesehatan  akhirnya menerjunkan sejumlah peneliti ke Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur,  untuk mengambil sampel darah ternak babi di daerah tersebut,

“Penelitian dilakukan karena populasi ternak babi di Tulungagung cukup banyak, sementara virus JE banyak berkembang di tubuh hewan ini dan bisa menular ke manusia melalui vektor nyamuk,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka di Tulungagung, Selasa (26/4/2016).

Tim peneliti berada di Tulungagung selama beberapa hari untuk melakukan serangkaian sosialisasi serta pengambilan sampel darah babi di sentra-sentra peternakan yang ada di daerah tersebut.

“Hari ini tadi tim peneliti dari Balai Litbang P2B2 (penelitian dan pengembangan pengendalian penyakit bersumber binatang) Banjarnegara tiba dan melakukan sosialisasi bahaya virus JE ke perwakilan puskesmas dan rumah sakit di Tulungagung,” paparnya.

Hingga akhir 2015 lalu populasi ternak babi di Tulungagung mencapai sekitar 10 ribu ekor, dari sebelumnya tercatat hanya sekitar 2 ribu ekor pada 2014.

“Sentra peternakan babi tersebar di empat kecamatan yang meliputi Kecamatan Ngantru, Ngunut, Kedungwaru dan Sumbergempol,” ujarnya.

Didik menjelaskan, penularan virus JE tidak bisa secara langsung dari babi ke manusia namun harus melalui vektor (penular), yakni nyamuk culex atau biasa dikenal nyamuk yang  berasal dari selokan (got).

Sedangkan untuk reservoir atau sumber infeksi, kata dia, secara ilmiah diidentifikasi berasal dari hewan babi.

Virus JE menyerang langsung pada saraf pusat, sehingga menyebabkan seluruh saraf terganggu dan jika semakin parah akan mengakibatkan kelumpuhan hingga kematian pada penderita.

Japanese Encephalitis (JE) adalah suatu penyakit yang menyerang susunan saraf pusat (otak) yang mengakibatkan radang otak mendadak yang disebabkan oleh virus JE. Penyakit JE bukanlah penyakit baru, tetapi sudah lama dikenal di Bali. Penelitian di RSUP Sanglah, bulan Oktober 1990 sampai dengan bulan Nopember 1992 dari 49 kasus yang diduga, ternyata 20 kasus (40,8%) positif menderita JE.

Untuk dapat berlangsungnya penyakit ini diperlukan adanya vektor penular dan reservoir (sumber infeksi). Yang bertindak sebagai vektor adalah nyamuk jenis culex sedangkan reservoir adalah babi, sapi, kuda, kera, kambing, burung dan lain-lain. Ternak babi mempunyai peran terpenting yang bertindak sebagai satu-satunya induk semang penguat (amplifier host) dari virus JE. Apabila nyamuk dapat menggigit bangsa burung dan hewan yang mengandung virus JE, kemudian menggigit babi maka pada babi jumlah virus akan meningkat secara tajam. Babi menjadi demam dan virus berada dalam sirkulasi darah (viremia).

Nyamuk culex dapat berkembang dimana-mana seperti sawah, kolam, air genangan pada kandang dan lain-lain. Nyamuk culex bersifat zoophilik yaitu lebih menyukai binatang sebagai mangsanya daripada manusia sehingga virus JE umumnya menginfeksi binatang. Hanya secara kebetulan saja menginfeksi manusia terutama bila densitas (kepadatan) nyamuk culex meningkat. Penularan penyakit pada manusia terjadi apabila nyamuk yang telah menggigit babi yang sedang viremia kemudian menggigit lagi manusia.

Gejala klinik
Penyakit ini dapat mengenai semua umur tetapi umumnya lebih sering menyerang anak-anak. Tidak semua manusia yang digigit nyamuk culex berkembang menjadi encephalitis.
Masa tunas (inkubasi) penyakit JE rata-rata 4 – 14 hari. Gejala kliniknya bisa bervariasi tergantung dari berat ringannya kelainan susunan saraf pusat, umur penderita dan lain-lain. Perjalanan penyakit dibedakan menjadi 3 stadium. Pertama, stadium prodromal yang berlangsung 2 – 4 hari. Ditandai dengan panas mendadak, sakit kepala berat yang kadang disertai keluhan mual dan muntah.

Selanjutnya stadium akut selama 4 – 7 hari. Pada stadium ini panas tetap tinggi dan tidak mudah diturunkan dengan obat penurun panas. Akan terjadi kekakuan otot terutama pada otot leher. Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi gangguan keseimbangan, kejang-kejang serta penurunan kesadaran mulai dari gelisah-mengantuk sampai koma (tidak sadar).
Ketiga, stadium konvalesen atau tahap akhir. Stadium ini dimulai pada saat suhu tubuh kembali normal. Tanda-tanda neurologis bisa menetap atau cenderung membaik. Bila penyakit berat dan berlangsung lama dapat terjadi gejala sisa seperti gangguan mental berupa emosi tidak stabil, lambat berbicara, perubahan kepribadian dan lumpuh sebagian tubuh.

Pencegahan
Pencegahan dan pemberantasan JE ditujukan kepada manusia, vektor (nyamuk beserta larvanya) serta reservoir. Pada manusia dengan menghindari diri dari gigitan nyamuk culex. Nyamuk ini menggigit mulai menjelang malam hari sampai besok paginya oleh karena itu perlu mempertimbangkan penggunaan kelambu bila tidur. Dapat pula mempergunakan repellen dalam bentuk cairan/krim atau memakai obat pembasmi nyamuk dalam bentuk gulungan yang menghasilkan asap. Penggunaan vaksin (imunisasi) pada manusia masih dalam tahap penelitian karena biaya untuk melakukan vaksinasi masal cukup mahal.
Pembasmian nyamuk dewasa dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu melakukan penyemprotan dengan insektisida seperti malathion, fenitrothion. Pemberantasan larva dilakukan dengan cara pengaturan pengaliran air (irigasi) di sawah dengan baik atau dapat mempergunakan larvasida. Tentu saja yang paling dianjurkan adalah Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh masyarakat. Ini akan mencegah perkembangbiakan daripada nyamuk.

Tindakan terhadap reservoir yaitu hewan yang menjadi perantara dari virus JE. Peternak-peternak babi hendaknya membuat kontruksi kandang babi sedemikian rupa sehingga mengurangi kesempatan bagi nyamuk untuk datang bersarang. Kebersihan kandang harus tetap terjaga serta kandang harus mempunyai sarana pembuangan air limbah. Lokasi peternakan babi agar dibangun jauh dari pemukiman penduduk. (J1)

WikipediA
[wikipedia][/wikipedia]

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close